Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyelenggarakan acara serah terima jabatan Menteri Perdagangan dari Enggartiasto Lukita kepada Agus Suparmanto di Kantor Kemendag, Rabu (23/10).
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dipercaya Presiden Joko Widodo dalam jajaran kabinet “Indonesia Maju” pada masa pemerintahan yang kedua.
Baca Juga: Tim ekonomi kabinet Indonesia Maju diisi banyak politisi, ini kata ekonom
“Saya mendapatkan beberapa amanat dari Presiden dalam program Indonesia Maju, diantaranya memperbaiki defisit neraca perdagangan dan menyelesaikan perjanjian-perjanjian perdagangan yang masih dalam proses penyelesaian,” ujar Mendag Agus dalam keterangan resmi, Rabu (23/10).
Agus juga menyampaikan penghargaan kepada Enggar yang telah berjasa memberikan bimbingan kepada keluarga besar Kementerian Perdagangan. Ia lanjut menambahkan, dalam melaksanakan tugasnya, dirinya juga meminta dukungan kepada seluruh pihak, termasuk kepada mitra-mitra Kementerian Perdagangan.
“Semoga nantinya kita dapat berbuat lebih baik sesuai arahan Presiden untuk menjadikan Indonesia lebih maju,” Kata Mendag Agus.
Baca Juga: Tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju dipenuhi politisi, begini respons Sri Mulyani
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Mendag Oke Nurwan menyampaikan, Agus dan jajaran Kementerian Perdagangan akan melakukan konsolidasi dalam 1-2 hari ke depan, terutama setelah Mendag Agus mengikuti rapat kabinet.
Konsolidasi ini dilakukan untuk membahas program kerja dan kegiatan Kementerian Perdagangan ke depan. Oke menambahkan, Kemendag optimistis untuk melakukan yang lebih baik lagi.
Dalam hal ini, Kemendag optimistis untuk bisa lebih maju lagi dan berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi nasional sehingga tujuan Indonesia Maju yang ditargetkan Presiden Joko Widodo di tahun 2045 dapat tercapai.
Baca Juga: Serah terima jabatan di Kemendag digelar tertutup
Adapun beberapa hal yang akan dilakukan Kemendag, antara lain dengan mempersiapkan dan memperbaiki sumber daya manusia, baik dalam jangka pendek dan panjang. Selain itu, dengan menerapkan "smart government" secara konkret.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News