kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

ADB: Indonesia bisa andalkan sektor jasa


Rabu, 03 Oktober 2012 / 17:15 WIB
ADB: Indonesia bisa andalkan sektor jasa
ILUSTRASI. Bedak Wardah


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemulihan krisis utang Eropa masih akan berlangsung lama. Sehingga, Bank Pembangunan Asia (ADB) menilai negara Asia termasuk Indonesia tak bisa mengandalkan ekspor sebagai penopang pertumbuhan ekonomi.

ADB menyarankan, negara berkembang di Asia perlu mencapai sumber pertumbuhan ekonomi baru salah satunya dari sektor jasa.  "Perlu dicari sumber-sumber pertumbuhan lain, mengingat pertumbuhan di kawasan akan pelan, termasuk penguatan sektor jasa dan infrastruktur," kata Ekonom Senior ADB Edimon Ginting, Rabu (3/10).

Menurutnya, peningkatan infrastruktur merupakan satu hal penting untuk membantu menurunkan angka kemiskinan terutama di daerah. Sebab, Edimon melihat salah satu penyebab kemiskinan adalah kurangnya konektivitas antar daerah.

Ekonom ADB Priasto Aji menambahkan, negara-negara Asia termasuk Indonesia bisa mengandalkan sektor jasa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Selama ini, dia bilang kontribusi sektor jasa terhadap pertumbuhan ekonomi cukup besar namun belum tergarap maksimal.

Priasto mencontohkan, pada tahun 2000 - 2010 kontribusi sektor jasa terhadap pertumbuhan ekonominya mencapai 66%, dan menyumbang 43% dari pertumbuhan sektor industri di China pada periode yang sama. Sementara itu, di Indonesia, kontribusi sektor jasa ke pertumbuhan hanya sekitar 5%.

Menurut Priasto, rendahnya tingkat produktivitas di sektor jasa karena negara-negara Asia masih mengandalkan sektor jasa tradisional seperti perdagangan, hotel dan restoran. Padahal, lanjutnya, masih banyak sektor jasa lain yang tingkat produktivitasnya tinggi seperti sektor telekomunikasi dan sektor perbankan yang bisa dikembangkan.

Daya dukung sektor jasa kepada sektor lain seperti sektor industri juga cukup kuat. Sehingga, "Semakin besar pertumbuhan sektor jasa, maka pengurangan kemiskinan bisa semakin cepat," kata Priasto.

Untuk di Indonesia, Edimon bilang beberapa sektor jasa yang bisa dikembangkan adalah sektor pendidikan, sektor kesehatan dan transportasi. Tiga sektor ini diyakini bisa meningkatkan kontribusi pada pertumbuhan dan mengurangi kemiskinan.

Hanya saja, masih ada beberapa faktor yang menghambat sektor jasa untuk bisa berkembang di negara-negara Asia. Diantaranya adalah masalah regulasi, infrastruktur dan sumber daya manusia yang kurang memadai.  Untuk Indonesia, Edimon memperkirakan butuh waktu setidaknya lima tahun untuk bisa mendorong sektor jasa menjadi salah satu motor penggerak ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×