kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Ada tujuh WNA di pesawat AirAsia QZ8501


Minggu, 28 Desember 2014 / 15:20 WIB
ILUSTRASI. Only Up! Yang Harus Anda Ketahui Tentang Game ini, Spesifikasi PC dan Harga


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pihak Maskapai Penerbangan AirAsia Indonesia memastikan tujuh warga negara asing (WNA) terdapat di dalam pesawat nomor penerbangan QZ 8501 dari Surabaya menuju Singapura yang mengalami hilang kontak dengan "air traffic control", Minggu.

"Total ada tujuh WNA. Tapi untuk nama-nama kepastiannya masih kami lakukan pendataan dan menunggu informasi lebih lanjut," ujar pejabat Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin, Minggu (28/12).

Dari tujuh nama tersebut, tiga penumpang di antaranya berasal dari Korea Selatan, satu penumpang asal Singapura, satu penumpang asal Inggris, satu penumpang asal Malaysia dan seorang 'first officer' asal Perancis.

"Sedangkan, 155 orang lainnya, termasuk awak pesawat merupakan warga negara Indonesia," katanya.

Pihaknya juga menjelaskan, kapten pilot Iriyanto telah memiliki total 20.537 jam terbang dan 6.053 jam terbang dengan AirAsia Indonesia. Sementara, "first officer" telah memiliki 2.247 jam terbang.

"Di dalam pesawat terdapat 155 penumpang, di mana sebanyak 137 adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan 1 bayi. Kemudian, terdapat 2 pilot, 4 awak kabin dan 1 teknisi," katanya.

Saat ini, lanjut dia, tim operasi SAR telah dilaksanakan di bawah panduan Badan SAR Nasional (Basarnas), Kementerian Perhubungan.

"AirAsia mendukung penuh pihak otoritas penerbangan dan kooperatif dalam proses investigasi yang tengah berlangsung," katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa pesawat dalam kondisi layak terbang dan telah melakukan perawatan berjadwal terakhir pada 16 November 2014.

AirAsia membuka jalur komunikasi "Emergency Call Centre" bagi keluarga atau kerabat penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut dengan nomor +622129270811.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×