kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Ada SWF, ekonom INDEF ingatkan akan hal ini


Senin, 15 Maret 2021 / 23:02 WIB
ILUSTRASI. Ekonom Aviliani


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani mengingatkan, adanya Lembaga Penjamin Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) jangan sampai membuat semua proyek pembangunan diambil oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Harus hati-hati. Jangan sampai nanti semaunya BUMN dan kemudian, proyeknya tidak lewat tender,” ujar Aviliani dalam Konsultasi regional PUPR, Senin (15/3).

Aviliani juga mengatakan, saat ini banyak BUMN karya yang kebanyakan proyek yang ditangani, atau dalam kata lain satu perusahaan yang hanya bisa menangani 10 pembangunan, bisa menangani 20 proyek.

Menurutnya ini bahaya, karena ujung-ujungnya bisa tidak mencapai target dan kalau disubkontrakkan akan tidak sesuai. 

Baca Juga: Bakal bangun LRT dan MRT di 5 kota lewat dana SWF, ini catatan untuk pemerintah

Kemudian, Aviliani juga mengingatkan, meski ada SWF, tetapi Indoneisa tetap jangan terlena. Karena, masih akan ada potensi oknum yang melakukan mark up dana pembangunan. Ini yang akan merugikan pembangunan infrastruktur.

Belum lagi, Indonesia akan memasuki masa Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun 2024, sehingga dikhawatirkan pada tahun 2022 atau di tahun 2023 banyak oknum yang mempermainkan kepentingan politiknya.

Untuk itu, ia menyarankan agar mulai saat ini otoritas yang terkait dengan pembangunan infrastruktur bisa lebih memperkuat governance. Sehingga, ancaman tersebut tidak akan terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×