kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Ada PPKM Level 4, ini industri manufaktur yang terdampak


Senin, 02 Agustus 2021 / 20:58 WIB
Ada PPKM Level 4, ini industri manufaktur yang terdampak
ILUSTRASI. Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menekan kinerja industri manufaktur pada Juli 2021. 

IHS Markit mencatat, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan laporan sebesar 40,1 atau turun dari 53,5 pada bulan Juni 2021. 

Sekretaris Jendral Asosiasi Industri Aromatik Olefin dan Plastik (Inaplas), Fajar Budiono mengatakan, adanya peningkatan kasus Covid-19 dan PPKM  memang menekan sebagian industri manufaktur, khususnya industri plastik. 

“Contohnya di kemasan tradisional atau kantong plastik mengalami penurunan. Terus permintaan peralatan untuk pesta dan yang berhubungan dengan pariwisata juga belum terlihat karena permintaan terkoreksi akibat pembatasan,” ujar Fajar kepada Kontan.co.id, Senin (2/8). 

Baca Juga: Selain Jawa dan Bali, ada 45 kabupaten/kota yang terapkan PPKM Level 4

Selain itu, Fajar juga mengatakan, pembatasan ini membuat utilitas industri turun. Pasalnya, pabrik kebanyakan berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang notabene berada di zona merah dan diberlakukan PPKM Level 4. Sehingga, mobilitas makin terbatas. 

Meski begitu, Fajar melihat masih ada beberapa produk yang mengalami peningkatan kinerja pada masa pembatasan aktivitas ini, seperti packaging (kemasan) untuk makanan dibawa pulang (take away), makanan beku (frozen food), dan juga yang berhubungan dengan hygine. 

“Seperti contohnya botol untuk hand sanitizer itu masih banyak peminatnya. Berhubungan dengan masker, dan pakaian hazmat,” tambahnya. 

Ke depan, Fajar berharap agar kinerja manufaktur bisa meningkat. Tentu, ini akan sangat bergantung dari kebijakan pemerintah dan upaya pengendalian pandemi Covid-19. 

Namun, sejauh ini, dengan kasus harian yang terpantau menurun, ia tetap optimistis kinerja manufaktur akan membaik, setidaknya pada Agustus 2021. 

“Hanya, sepertinya untuk yang berkaitan dengan pesta atau pariwisata masih akan tertekan,” tandasnya. 

Selanjutnya: Ekonom sebut bila PPKM darurat diperpanjang, kinerja manufaktur masih akan jeblok

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×