Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. TNI Angkatan Darat (AD) memberikan penjelasan soal pengerahan prajurit matranya ke Jakarta.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, pengerahan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kesiapsiagaan satuan dan personel dalam menghadapi berbagai perkembangan situasi.
“Pada prinsipnya, TNI AD senantiasa berupaya menjaga kesiapsiagaan satuan dan personel dalam menghadapi setiap perkembangan situasi,” kata Donny kepada Kompas.com, Rabu (4/11/2026).
Baca Juga: BNPB Catat 864 Titik Api, Kebakaran Lahan Meluas di Kalteng dan Sumsel
Menurut Donny, kesiapsiagaan itu merupakan bagian dari tugas TNI untuk menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi keselamatan bangsa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
“Dalam konteks tersebut, kesiapan kekuatan TNI juga memiliki fungsi penangkal terhadap berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu kepentingan bangsa dan negara, khususnya di wilayah ibu kota negara,” ujar dia.
Dia menuturkan, kesiapan TNI AD tidak hanya menyangkut personel, tetapi juga satuan dan pangkalan.
Karena itu, TNI AD perlu menguji kesiapan seluruh unsur tersebut secara berkala, termasuk untuk mengantisipasi kebutuhan pengerahan pasukan dalam jumlah tertentu sewaktu-waktu.
“Tanpa harus menunggu adanya perkembangan situasi, TNI AD harus selalu siap. Kapan pun negara membutuhkan, TNI AD siap melaksanakan tugas sesuai perintah dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ucap dia.
Dia menambahkan, semua langkah tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Baca Juga: Anggaran Subsidi Energi Naik demi Jaga Daya Beli, Kemenkeu Pastikan Defisit Terjaga
Kesiapsiagaan
Sementara itu, Markas Besar TNI menyatakan, pengerahan prajurit TNI dalam jumlah besar ke Jakarta merupakan hal biasa dalam rangka kesiapsiagaan.
”Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI, untuk kesiapsiagaan,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (4/11/2026).
Kendati demikian, Nas tidak menjawab secara spesifik tujuan pengerahan pasukan ke Jakarta. Ia hanya meminta kepada publik agar tidak mengaitkan dengan isu lain.
”Enggak perlu dikaitkan dengan isu apa pun,” kata dia.
Baca Juga: Tambahan Subsidi Energi Jadi Rp 500 Triliun Bisa Tahan Inflasi, Tapi Ada Risikonya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
