kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.002   58,00   0,32%
  • IDX 5.905   -93,82   -1,56%
  • KOMPAS100 765   -12,85   -1,65%
  • LQ45 581   -6,47   -1,10%
  • ISSI 204   -4,47   -2,15%
  • IDX30 330   -3,44   -1,03%
  • IDXHIDIV20 405   -3,97   -0,97%
  • IDX80 87   -1,42   -1,61%
  • IDXV30 109   -1,68   -1,51%
  • IDXQ30 106   -1,00   -0,94%

Ada efisiensi THR, serapan belanja pegawai akhir Mei turun 4,2%


Rabu, 17 Juni 2020 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah kepala dinas, camat, dokter dan relawan COVID-19 bersalaman dengan Wali Kota Bogor Bima Arya dengan menggunakan alat pelindung wajah (Face Shield) saat acara Halal Bihalal Idul Fitri 1441 H di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Jawa Barat,


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

"Ini karena berbagai tunjangan-tunjangan dan kinerja lembur meskipun pegawai melakukan work from home (WFH) dan mereka mungkin banyak juga yang lembur, tapi mereka tidak mendapatkan tunjangan lembur," kata Sri.

Adapun realisasi belanja pegawai pada K/L dengan pagu terbesar umumnya tumbuh negatif. Terkecuali Kementerian Agama (Kemenag) yang tumbuh 1,1% dikarenakan kenaikan realisasi tunjangan tenaga pendidik dan penyuluh non-PNS.

Baca Juga: Sabar, THR untuk PNS Pemprov DKI Jakarta paling lambat cair besok

Secara keseluruhan, menurut Sri kontraksi belanja ini dinilai sebagai hal yang baik, karena memang pemerintah mencoba untuk terus menjaga berbagai belanja yang tidak prioritas agar tidak melonjak tinggi.

"Jadi ini menggambarkan realokasi dan refocusing dari berbagai belanja di dalam Kementerian/Lembaga," kata Sri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×