kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Ada efisiensi THR, serapan belanja pegawai akhir Mei turun 4,2%


Rabu, 17 Juni 2020 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah kepala dinas, camat, dokter dan relawan COVID-19 bersalaman dengan Wali Kota Bogor Bima Arya dengan menggunakan alat pelindung wajah (Face Shield) saat acara Halal Bihalal Idul Fitri 1441 H di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Jawa Barat,


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

"Ini karena berbagai tunjangan-tunjangan dan kinerja lembur meskipun pegawai melakukan work from home (WFH) dan mereka mungkin banyak juga yang lembur, tapi mereka tidak mendapatkan tunjangan lembur," kata Sri.

Adapun realisasi belanja pegawai pada K/L dengan pagu terbesar umumnya tumbuh negatif. Terkecuali Kementerian Agama (Kemenag) yang tumbuh 1,1% dikarenakan kenaikan realisasi tunjangan tenaga pendidik dan penyuluh non-PNS.

Baca Juga: Sabar, THR untuk PNS Pemprov DKI Jakarta paling lambat cair besok

Secara keseluruhan, menurut Sri kontraksi belanja ini dinilai sebagai hal yang baik, karena memang pemerintah mencoba untuk terus menjaga berbagai belanja yang tidak prioritas agar tidak melonjak tinggi.

"Jadi ini menggambarkan realokasi dan refocusing dari berbagai belanja di dalam Kementerian/Lembaga," kata Sri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×