kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.066   -11,00   -0,06%
  • IDX 5.692   -147,63   -2,53%
  • KOMPAS100 754   -18,04   -2,34%
  • LQ45 567   -14,29   -2,46%
  • ISSI 199   -4,04   -1,99%
  • IDX30 321   -7,87   -2,39%
  • IDXHIDIV20 396   -10,45   -2,57%
  • IDX80 85   -1,87   -2,15%
  • IDXV30 108   -3,45   -3,10%
  • IDXQ30 104   -2,46   -2,31%

Ada duga opsi penerbitan mata uang digital yang jadi topik di pertemuan G20


Minggu, 12 Desember 2021 / 18:47 WIB
ILUSTRASI. Logo KTT G20 2022 di Bali, Indonesia. Ada duga opsi penerbitan mata uang digital yang jadi topik di pertemuan G20


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

“Namun, dari sisi bank sentral sih menginginkan (CBDC) dirilis oleh bank sentral,” tegas Dody. 

Lebih lanjut, Dody juga menjelaskan bahwa negara-negara G20 tidak menentukan target kapan penerbitan CBDC, karena memang ini baru dikembangkan oleh masing-masing negara. 

Baca Juga: Mata uang digital masih jadi isu hangat dalam G20

Pasalnya, hingga saat ini belum ada standardisasi CBDC yang bisa dihubungkan antar cross-border. Plus, selama ini desain CBDC yang dikeluarkan oleh negara-negara maju seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), dan China tentu saja berbeda-beda. 

Dengan adanya interlink cross-border, dimungkinkan CBDC ini nantinya bisa lebih mudah dari sisi transaksi antarnegara, lebih cepat, dan juga lebih murah. 

“Jadi penting ini. Kalau tidak ada standardisasi, maka akan muncul biaya kalau terjadi transaksi lintas batas,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×