kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.026,34   9,98   0.98%
  • EMAS975.000 -0,51%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Ada 60% warga desa telah tercatat di SID, Kemendesa PDTT pastikan akurasi pendataan


Kamis, 03 Juni 2021 / 22:28 WIB
Ada 60% warga desa telah tercatat di SID, Kemendesa PDTT pastikan akurasi pendataan
ILUSTRASI. Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mulai tahun ini, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) melakukan pengumpulan data program Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

SDGs Desa bertujuan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di desa, termasuk dalam mengentas kemiskinan dan kelaparan.

Adapun implementasi SDGs Desa, anggota kelompok kerja (pokja) relawan pendataan desa akan melakukan pendataan warga terlebih dahulu by name dan by address yang kemudian diunggah ke Sistem Informasi Desa (SID).

Baca Juga: Kemendesa PDTT targetkan penurunan desa tertinggal hingga 14.402 desa pada 2022

Melalui pendataan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menuturkan, selanjutnya akan dilaksanakan pengolahan dan analisis data SDGs Desa.

Dari analisis tersebut, maka akan muncul data mulai dari potensi desa, masalah desa, indikator dominan dan juga rekomendasi kegiatan pembangunan desa.

"Dari sinilah maka perencanaan pembangunan dan penggunaan dana desa tahun 2022 itu sudah memiliki epidermis planning atau memiliki dasar kuat untuk perencanaan," jelasnya dalam Konferensi Pers Virtual Kemendesa PDTT, Kamis (3/6).

Per 3 Juni 2021 tercatat sudah 1.063.416 warga desa sebagai anggota Pokja Relawan Pendataan Desa. Lebih lanjut Abdul Halim menambahkan, data desa yang telah diunggah ke SID sebanyak 49% atau 36.424 desa.

Kemudian data rukun tetangga (RT) yang ada di SID sebanyak 376.177 RT dengan data keluarga sebanyak 23,85 juta keluarga atau 77% dari total keluarga di desa se-Indonesia.

"Data warga ter-upload ada 70 juta orang terdata secara detail atau setara dengan 60% jumlah warga Indonesia di desa. 60% data warga di desa sudah masuk Sistem Informasi Desa. Sebagaimana hasil sensus 2020 jumlah warga desa sebesar 118 juta orang," jelasnya.

Melihat progres pendataan di dalam SID Abdul Halim optimistis dalam waktu tak lama akan terpenuhi seluruh data desa dan warga desa yang diunggah ke dalam sistem informasi desa.

Terkait validitas data, Abdul Halim tidak meragukan kemampuan desa. Hal tersebut berkaca dari pendataan 8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) BLT Dana Desa sebelumnya.

"Saya yakin Desa sangat bisa dipercaya buktinya apa? KPM BLT Dana Desa kemarin 8 juta penerima manfaat itu adalah hasil pendataan yang dilakukan oleh desa. Kedua saya sangat optimistis dan sangat percaya kepada desa karena pemutakhiran data desa ini betul-betul untuk kepentingan desa. Dari desa oleh desa untuk desa," jelasnya.

Namun, pengawalan validitas pendataan desa di SID harus tetap dilakukan. Oleh karenanya ada tiga strategi yang harus dilakukan desa dalam menjaga validitas data.

Nantinya setiap desa diminta menyiapkan minimal tiga staff setelah pemutakhiran data berbasis SDGs Desa selesai. Staff tersebut akan fokus dalam tiga strategi yaitu memeriksa kelengkapan, keakuratan, serta keberlanjutan data SDGs Desa.

Baca Juga: Alokasi pagu indikatif Kemendesa PDTT tahun 2022 sebesar Rp 3,10 triliun

Strategi pertama ialah memastikan kelengkapan dari pemutakhiran data yang sudah ada. Setelah pengecekan kelengkapan data yang ada, maka langkah berikut ialah validasi atau keakuratan data.

"Untuk menetapkan hasil ini kita tiru keberhasilan di dalam pendataan keluarga penerima manfaat BLT melalui musdes. Jadi hasil pemutakhiran data dipaparkan di musyawarah desa," imbuhnya.

Terakhir yang terpenting menurut Abdul Halim ialah adanya keberlanjutan data SDGs Desa. Dimana SDGs Desa memiliki sifat yang sangat dinamis maka keberlanjutannya diperlukan untuk mendapatkan data secara real time.

"Sering kita temui adalah pendataannya sudah ada tapi sudah bertahun-tahun enggak pernah di cek, apakah datanya ini masih bisa digunakan atau tidak. Maka dengan adanya keberlanjutan data ini maka 3 strategi tadi akan terpenuhi yaitu kelengkapan data keakuratan data dan keberlanjutan data," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era Data Analysis with Excel Pivot Table

[X]
×