kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Ada 150 LoI Investor Asing untuk IKN, Ini Tiga Sektor Paling Diminati


Senin, 19 Februari 2024 / 17:42 WIB
Ada 150 LoI Investor Asing untuk IKN, Ini Tiga Sektor Paling Diminati
ILUSTRASI. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengklaim ada sekitar 357 letter of intent (LoI) atau minat investasi dari calon investor masuk ke proyek IKN.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengklaim ada sekitar 357 letter of intent (LoI) atau minat investasi dari calon investor masuk ke proyek IKN. Dari jumlah tersebut, 42% LoI berasal dari perusahaan asing. 

"Dari 357 LoI yang sudah masuk, ada sekitar 150 LoI yang merupakan perusahaan asing," ujar Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono dalam diskusi daring, Senin (19/2).

Agung mengatakan, minat investasi asing paling banyak berasal dari Singapura, Malaysia, Jepang, Tiongkok, dan Korea. Adapun, sektor paling banyak diminati adalah sektor hunian, teknologi, dan energi. 

"Sekitar ada 8 perusahaan (LoI hunian) yang sudah dalam proses sekarang, sudah menyelesaikan studi kelayakan, sedang dievaluasi. Kalau ini nanti ini terwujud dari perusahaan perusahaan ini, ada dari China, Malaysia, mungkin paling tidak nilainya Rp 45 triliun dari nilai capexnya saja untuk mereka bangun," jelas Agung.

Baca Juga: Otorita IKN: Luas IKN Empat Kali Lebih Besar dari Jakarta

Lalu, investasi sektor teknologi untuk membuat kota menjadi smart city. Investor yang berminat diantaranya dari Korea, Amerika Serikat, Prancis, dan Tiongkok.

Kemudian, investasi sektor energi. Agung mengatakan, negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia yang sudah menyampaikan minat.

"Dan easily bagi mereka antara US$ 5 miliar sampai US$ 10 miliar itu akan dialokasikan rencananya untuk membangun energi terbarukan," ucap Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan, investasi di IKN tidak terdampak dengan adanya pemilu. Yang terang, pihaknya menunggu proses transisi yang baik antara pemerintahan Presiden Jokowi dengan pemerintahan presiden berikutnya. 

"Dalam beberapa minggu kedepan akan groundbreaking yang kelima. Kita akan dorong terutama sektor perbankan," kata Agung. 

Sebelumnya, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengatakan, akan ada beberapa kolaborasi internasional. Misalnya kerja sama dengan beberapa universitas ternama di dunia untuk mengawal pembangunan IKN.

"Kita sudah MoU dengan Stanford (University), dalam dua bulan kedepan InsyaAllah akan ada groundbreaking untuk membuat satu pusat ekosistem digital," ungkap Bambang, Selasa (30/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×