kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Aceng disarankan ikuti jejak Andi Malarangeng


Rabu, 12 Desember 2012 / 20:15 WIB
ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah di kantor cabang BCA Thamrin Jakarta, Jumat (2/7). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/07/2021.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bupati Garut Aceng H. M Fikri disarankan mengikuti jejak Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng yang mengundurkan dari jabatannya pasca ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantas Korupsi. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Agun Gunanjar.

Menurut Agun, pengunduran diri Aceng sebagai orang nomor 1 di Garut itu merupakan langkah yang terbaik yang bisa dilakukan, menyusul beberapa tudingan seperti melakukan pernikahan dibawah umur dan pemerasan. Dengan melakukan aksi pengunduran diri, lanjutnya, maka akan ada sisi baik yang bisa dilihat masyarakat seperti yang dilakukan oleh Andi Mallarangeng.

"(Andi) masih ada nilai dan diberikan apresiasi. Kalau Aceng mau melakukan itu, ya sangat baik," ungkap Agun di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/12).

Dikatakan Agun, jika yang dilakukan Aceng adalah terus mengelak, maka kesan yang terpancar adalah sikap arogan dan kasar. Karena itu, menurut Agun, momentum ini harus menjadi perbaikan terutama bagi pola kepemimpinan yang teguh dan bijak.

Selain itu, politikus Partai Golkar ini menambahkan, aturan hukum harus tegas dilaksanakan dan diputuskan dalam kasus yang menyeret orang nomor satu di Garut ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×