kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

8 titik di Jakarta akan redup dukung Earth Hour


Jumat, 22 Maret 2013 / 12:41 WIB
ILUSTRASI. Tesla sempat menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk penjualan produk tertentu di wilayah tertentu. REUTERS/Dado Ruvic.


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Pemprov DKI Jakarta akan kembali melaksanakan kampanye Earth Hour. Tahun ini merupakan tahun kelima pelaksanaannya di Ibu Kota.

Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia Nyoman Iswarayoga mengatakan, akan ada delapan titik yang menjadi fokus pelaksanaan Earth Hour dengan memadamkan listrik selama satu jam, mulai dari pukul 20.30-21.30 WIB. Masyarakat juga diimbau untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang akan diadakan pada Sabtu (23/3).

Delapan titik yang telah dipastikan untuk dipadamkan lampunya, antara lain Gedung Balaikota Jakarta, Monumen Nasional (Monas) dan air mancurnya, Bundaran Hotel Indonesia dan air mancurnya, air mancur Arjuna Wiwaha, patung Pemuda, lampu di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, lampu di sepanjang Jalan Gatot Subroto-Jalan HR Rasuna Said, serta lampu papan reklame milik Pemprov DKI Jakarta.

"Di tahun kelima penyelenggaraannya di Indonesia, WWF-Indonesia mengajak publik untuk tetap berpartisipasi mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak sedang dipakai selama satu jam pada hari Sabtu," kata Nyoman, di Jakarta, Jumat (22/3/2013).

Selain itu, Pemprov DKI juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada para pemilik atau pengelola gedung-gedung sepanjang Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan HR Rasuna Said untuk berpartisipasi dan menjadikan Earth Hour sebagai kebijakan yang berpihak pada efisiensi energi. Kegiatan ini menjadi kampanye lingkungan hidup terbesar dalam sejarah karena pada tahun 2012 berhasil meraih dua miliar pendukung dari 7.001 kota di 152 negara.

"Kampanye Earth Hour ini juga merupakan aksi serentak individu, komunitas, korporasi, dan pemerintah di seluruh dunia dalam usaha mengurangi laju pemanasan global dan dampak perubahan iklim," kata Nyoman.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada 2009, Earth Hour Indonesia dimulai di Jakarta. Namun, berkat intensitas kampanye di ruang publik dan jejaring media sosial, Jakarta mampu menularkan aksi ini ke kota-kota lainnya. Di Indonesia, Earth Hour pada tahun ini diikuti lebih dari 30 kota, mulai dari Jabodetabek, Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bandung, Cimahi, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Kota Batu, Sidoarjo, Kediri, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Sangatta, Tarakan, Kotamobagu, Sorowako, hingga Makassar.

"Total komitmen pemerintah yang berhasil kami dapatkan adalah 14 wali kota/bupati dan lima gubernur," ujar Nyoman. (Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×