kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

7 Tanda Bahaya Kesehatan Finansial yang Patut Diwaspadai ala Kemenkeu


Senin, 03 Maret 2025 / 03:30 WIB
7 Tanda Bahaya Kesehatan Finansial yang Patut Diwaspadai ala Kemenkeu
ILUSTRASI. Dengan memahami tanda-tanda kondisi finansial yang kurang sehat, kita bisa lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan. KONTAN/Muradi


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Menjaga kesehatan finansial sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Awal tahun bisa menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi kondisi keuangan pribadi.  

Dengan memahami tanda-tanda kondisi finansial yang kurang sehat, kita bisa lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan finansial yang lebih bijak. 

Menurut Kementerian Keuangan (Kemenkeu), setidaknya ada tujuh tanda bahaya yang menunjukkan kondisi keuangan seseorang sedang bermasalah. Apa saja? 

Tanda bahaya kondisi finansial yang perlu diwaspadai 

1. Kesulitan memenuhi kebutuhan dasar 

Jika membeli kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, dan pakaian terasa sulit, ini bisa menjadi indikasi  keuangan pribadi yang kurang sehat. 

Dengan kata lain, penghasilan yang dimiliki belum bisa mencukupi kebutuhan hidup.  Ketika kebutuhan dasar sulit dipenuhi, akan berdampak terhadap kebutuhan lainnya. Pemenuhan kebutuhan lain pun akan semakin terhambat. 

Contoh kondisi bahaya yaitu uang untuk membeli makanan sehari-hari sudah habis sebelum akhir bulan. 

Baca Juga: Bisa Jatuh Miskin, 5 Hal yang Harus Diwaspadai Kelas Menengah 5 Tahun ke Depan

2. Utang yang terus menumpuk 

Saat utang terus bertambah tanpa adanya kemampuan untuk melunasinya, bisa menjadi tanda masalah finansial. Utang yang tidak terkontrol bisa sangat berbahaya. 

Utang dapat menghabiskan sebagian besar penghasilan, membuat alokasi untuk kebutuhan lain menjadi terbatas.  

Menurut Kemenkeu, jumlah cicilan utang sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan. 

Contoh kondisi bahaya seperti hanya mampu membayar tagihan minimum kartu kredit, sehingga bunga terus bertambah. 

3. Tidak memiliki dana darurat  

Di tengah ketidakpastian ekonomi, dana darurat menjadi salah satu hal yang penting untuk dimiliki. 

Dana darurat berfungsi sebagai penyangga saat menghadapi kejadian tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan medis mendesak.  

Tanpa dana darurat, seseorang mungkin harus berutang untuk mengatasi situasi darurat. Contoh kondisi bahaya yaitu tidak memiliki tabungan cadangan saat mengalami musibah seperti kebakaran atau kecelakaan. 

Baca Juga: 7 Cara Mengubah Pola Pikir Kelas Menengah Menjadi Pola Pikir Miliarder


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×