kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

60% dari 68.000 pendatang akan menetap di Jakarta


Jumat, 01 Agustus 2014 / 18:37 WIB
ILUSTRASI. Jadwal SIM Keliling Bekasi Hari Ini 22/2/2023, Perpanjang SIM Tanpa Antri Mengular


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta, Purba Hutapea mengungkapkan pihaknya telah melakukan survei terhadap pendatang baru yang akan menyerbu Jakarta pada arus balik lebaran tahun ini.

Dari hasil survei yang dilakukan bersama Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), sebanyak 60% dari 68.500 pendatang itu diprediksikan akan menetap di Ibukota.

"Jadi 60%-nya akan menetap," ujar Purba saat dihubungi, Jumat (1/8/2014).

Purba mengungkapkan, kategori lainnya yakni sebesar 25% dari 68.500 pendatang hanya transit di Jakarta untuk bekerja di sektor Industri. 15% dianggap ragu-ragu datang ke Jakarta.

"15% ini pendatang yang ragu-ragu. Mereka ini musiman karena bisa saja mereka di kampung hanya bekerja sebagai petani," kata Purba.

Purba melanjutkan, pihaknya juga telah mengkategorikan pendatang baru berdasarkan daerah asalnya. Pertama, pendatang baru akan didominasi dari daerah Jawa Tengah, kemudian Jawa Barat, diikuti Banten, Yogyakarta, Jawa timur dan seterusnya.

Untuk tahun ini, Purba mengungkapkan pihaknya tidak akan menggelar Operasi Yustisi Kependudukan (OYK). Namun bukan berarti tidak ada langkah antisipasi dari Pemprov DKI. Ia mengatakan pihaknya akan menggulirkan program Pembinaan Penduduk (Binduk) bagi pendatang baru nantinya. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×