kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

5 Kondisi Anak Harus Tunda Vaksinasi Covid-19, Perhatikan!


Senin, 07 Februari 2022 / 05:10 WIB
5 Kondisi Anak Harus Tunda Vaksinasi Covid-19, Perhatikan!


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Soedjatmiko atau Prof Miko dari Tim Advokasi Vaksin COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pernah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 untuk anak aman dan bermanfaat. 

Menurutnya, vaksin Covid-19 telah melalui berbagai uji klinis, mendapatkan EUA (Emergency Use Authorization) dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), serta telah melalui kajian ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).

“Vaksin ini aman dan dapat merangsang kekebalan terhadap Covid-19 berdasarkan hasil uji klinik pada kelompok umur tersebut di China yang telah dipublikasi di jurnal ilmiah dan telah dikaji dengan teliti oleh BPOM dan ITAGI,” papar Senin (13/12/2021) seperti yang dilansir dalam Siaran Pers Kemkominfo.

Ia juga menjelaskan bahwa efek samping atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sangat jarang dan tidak berbahaya. Beberapa efek samping tersebut, di antaranya nyeri di bekas suntikan, bengkak, demam, pusing, lesu, yang akan hilang dalam satu hingga dua hari. 

Baca Juga: Ini 5 Obat Covid-19 yang Tak Lagi Ampuh Menurut IDI

“Kalau demam, beri obat demam, banyak minum. Kalau nyeri, bisa diberikan obat nyeri atau di kompres, kemudian istirahat,” anjur Prof Miko.

Tunda vaksinasi jika anak mengalami hal ini

Satgas Penanganan Covid-19 menyarankan agar orangtua segera melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun. Namun, orangtua boleh menunda vaksinasi jika terjadi kondisi seperti ini pada anak:

1. Anak dalam kondisi demam (37.5 derajat Celsius atau lebih)
2. Baru sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan
3. Berada dalam kondisi kurang dari 1 bulan setelah imunisasi lain

Baca Juga: Kasus Omicron Merebak, Luhut: Lansia Harap Tinggal di Rumah Dulu Sebulan ke Depan

4. Anak memiliki hipertensi, diabetes melitus, penyakit-penyakit menahun, kelainan bawaan, defisiensi imun primer, penyakit autoimun, atau memiliki Penyakit Sindrom Gullian Barre, Mielitis Transversa, Acute Demyelinating Encephalomyelitis
5. Anak penderita kanker dan sedang menjalani kemoterapi/radioterapi
6. Anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat

Jika anak-anak Anda memenuhi salah satu kriteria di atas, lebih baik tunda vaksinasi dan konsultasi dengan petugas kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×