kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 0   0   %

47.012 Jemaah Haji Sudah Pulang ke Tanah Air, Kemenhaj Kawal hingga Tuntas


Senin, 08 Juni 2026 / 17:25 WIB
47.012 Jemaah Haji Sudah Pulang ke Tanah Air, Kemenhaj Kawal hingga Tuntas
ILUSTRASI. Menteri Haji dan Umrah jamin seluruh proses pemulangan jemaah haji berjalan aman, nyaman, dan tertib (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia masih terus berlangsung meski puncak ibadah haji 1447 H/2026 M telah berakhir. Saat ini, perhatian utama pemerintah difokuskan pada kelancaran proses pemulangan jemaah ke Tanah Air hingga seluruh kloter tiba dengan selamat di Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan bahwa berakhirnya rangkaian puncak ibadah haji bukan berarti tugas pelayanan kepada jemaah telah selesai. Bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kemenhaj terus mengawal seluruh tahapan pemulangan agar berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar.

Pernyataan tersebut disampaikan Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan setibanya di Indonesia bersama sebagian Tim Amirul Hajj setelah menyelesaikan tugas pengawasan penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.

"Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter atau 47.012 jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan. Tentu masih ada sejumlah kekurangan yang menjadi bahan evaluasi, namun itu akan menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan ke depan," ujar Menhaj di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Jemaah Puas, Program Haji Ramah Lansia dan Disabilitas Dinilai Sukses

Menurutnya, fase pemulangan jemaah melalui Bandara Jeddah akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Setelah itu, jemaah gelombang kedua akan bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum dipulangkan ke Indonesia mulai 16 Juni 2026. Kloter terakhir dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 1 Juli 2026.

"Puncak haji memang telah selesai, tetapi pelayanan kepada jemaah belum berakhir. Seluruh petugas tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sampai kloter terakhir tiba di Indonesia. Fokus kami sekarang adalah memastikan proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar," tegasnya.

Evaluasi dan Perbaikan Layanan Haji

Gus Irfan menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus memberikan pelayanan optimal kepada jemaah selama musim haji berlangsung. Menurutnya, dedikasi para petugas menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Selain melakukan evaluasi internal, Kemenhaj juga menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Amirul Hajj sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang.

Salah satu fokus utama evaluasi adalah peningkatan layanan di Mina, yang menjadi titik pelayanan paling kompleks selama puncak ibadah haji karena menampung jutaan jemaah dalam area yang terbatas.

Baca Juga: PPIH Siapkan Pemberangkatan Ribuan Jemaah Haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah

Tim Amirul Hajj juga merekomendasikan peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi, khususnya pada fase sebelum dan sesudah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Selain itu, peningkatan kualitas akomodasi juga menjadi perhatian agar lebih banyak jemaah dapat memperoleh hotel yang berlokasi lebih dekat dengan Masjidil Haram.

Di sektor konsumsi, layanan makanan dinilai perlu terus disempurnakan agar tetap adaptif terhadap dinamika operasional dan situasi di kawasan Timur Tengah.

Penguatan Kompetensi Petugas Haji

Aspek sumber daya manusia turut menjadi perhatian dalam evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini. Tim Amirul Hajj menyoroti pentingnya penyelarasan kualitas layanan antara petugas PPIH kloter dan non-kloter.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa petugas yang mengikuti pendidikan dan pelatihan secara komprehensif memiliki kualitas pelayanan yang lebih baik. Oleh karena itu, standarisasi pelatihan dan peningkatan kompetensi petugas akan menjadi salah satu agenda pembenahan pada musim haji berikutnya.

Kesehatan Jemaah Jadi Prioritas

Dalam bidang kesehatan, Tim Amirul Hajj memberikan perhatian khusus terhadap penguatan aspek istithaah kesehatan, sistem penanganan jemaah sakit, serta kecukupan tenaga kesehatan selama operasional haji.

Menurut Menhaj, aspek kesehatan akan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam penyelenggaraan haji tahun depan.

"Kami ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istithaah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman," ujarnya.

Baca Juga: Kemenhaj Minta Maaf, Sejumlah Bagasi Jemaah Haji Indonesia Belum Tiba di Tanah Air

Selain itu, rekomendasi lainnya mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji, penyempurnaan timeline penyelenggaraan haji, serta penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Arab Saudi Apresiasi Peningkatan Layanan Haji Indonesia

Menhaj mengungkapkan bahwa otoritas Arab Saudi memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia pada tahun ini. Apresiasi tersebut menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam tata kelola pelayanan jemaah yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun.

Ia menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut perlu terus dijaga dan ditingkatkan guna menghadirkan pelayanan yang semakin profesional dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.

Dalam kesempatan yang sama, Menhaj juga menyampaikan apresiasi kepada Media Center Haji (MCH) yang selama operasional haji aktif menyediakan informasi yang cepat, mudah dipahami, dan menenangkan masyarakat serta keluarga jemaah di Indonesia.

"Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×