kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.821   26,00   0,15%
  • IDX 7.887   -442,44   -5,31%
  • KOMPAS100 1.101   -63,78   -5,47%
  • LQ45 800   -33,16   -3,98%
  • ISSI 278   -20,20   -6,79%
  • IDX30 418   -11,50   -2,68%
  • IDXHIDIV20 502   -7,68   -1,51%
  • IDX80 123   -6,46   -5,00%
  • IDXV30 135   -3,96   -2,85%
  • IDXQ30 136   -2,34   -1,69%

3 alasan pemerintah tepat terbitkan global bond


Senin, 05 Desember 2016 / 18:36 WIB
3 alasan pemerintah tepat terbitkan global bond


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ekonom Samuel Asset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, penerbitan surat berharga negara (SBN) berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) atau global bond sebesar US$ 3,5 miliar merupakan langkah yang tepat.

Pertama, penerbitan global bond dilakukan sebelum bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunganya. Sebab lanjut Lana, setelah keputusan The Fed menaikkan suku bunganya nanti, bunga obligasi akan lebih tinggi. "Walaupun investor membutuhkan yield tinggi," kata Lana saat dihubungi KONTAN, Senin (5/12).

Kedua, minat investor terhadap mata uang AS saat ini lebih tinggi. Lana bilang, pemerintahan Donald Trump nantinya berpotensi menaikkan defisit anggaran sehingga ada potensi tarik-menarik likuditas antara AS dengan negara-negara emerging market.

"Oleh karena itu, kalau nanti misalnya ada oversubscribe bisa sampai US$ 6 miliar, kenapa tidak diserap semua? Daripada setelah Trump dilantik dan The Fed naikkan suku bunga, biaya penerbitan lebih tinggi lagi," tambahnya.

Ketiga, penerbitan global bond tersebut bisa menjadi penyeimbang arus modal asing yang masih keluar (capital outflow) sehingga bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Menurut Lana, hingga saat ini capital outflow tercatat US$ 2,3 miliar.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×