kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

2 Tahun tak digaji, pegawai Leces bakar seragam


Rabu, 30 April 2014 / 08:39 WIB
ILUSTRASI. Selain Nataru, Simak Jadwal Libur Sekolah Jenjang SD, SMP, dan SMA Tahun 2022/2023.


Sumber: Kompas.com | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Puluhan karyawan PT Kertas Leces di Probolinggo, Jawa Timur, turun ke jalan, Selasa (29/4), menuntut gaji mereka yang tak terbayar selama dua tahun terakhir. Aksi diwarnai pembakaran seragam kerja.

"Membakar seragam itu merupakan simbol bahwa mereka masih butuh gaji dan merasa sakit hati karena hak sebagai karyawan tak terpenuhi," ujar Muhammad Arham, koordinator aksi, Selasa.

“Kami sedih dan kecewa keluarga di rumah kelaparan. Tolong bayar gaji kami. Kami tidak mau seperti ini. Kami siap mati untuk memperjuangkan hak kami. Ada anak dan istri yang butuh makan,” timpal karyawan lain yang ikut dalam aksi itu.

Para karyawan pun mengaku kecewa kepada Menteri BUMN Dahlah Iskan yang pernah berjanji akan menghidupkan kembali perusahaan pembuat kertas ini. Meski unjuk rasa diwarnai pembakaran seragam, aksi tersebut tak sampai berakhir rusuh.

Para karyawan PT Kertas Leces pun mengancam akan datang ke Jakarta, mendatangi Kementerian BUMN serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Rencananya, mereka akan berangkat ke Jakarta pada 6 dan 10 Mei 2014.

Sebelumnya, eks karyawan pabrik kertas ini juga sudah mendesak Polres Probolinggo mengusut dugaan penyelewengan jaminan hari tua, upah di bawah standar minimum kabupaten kota (UMK), dan dana Jamsostek perusahaan itu. (Ahmad Faisol)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×