kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

13,5 juta liter air tak mampu padamkan api


Senin, 13 Oktober 2014 / 23:06 WIB
13,5 juta liter air tak mampu padamkan api
ILUSTRASI. Promo Superindo Periode 2-4 Mei 2023.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

PALEMBANG. Dalam rapat koordinasi bersama di Kantor Gubernur Sumsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memaparkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, Senin (13/10).

Menurut Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto, pihaknya telah berupaya maksimal menekan titik api. Namun karena lahan yang terbakar adalah gambut, menjadi sulit dipadamkan. Ditambah musim kemarau yang kini memasuki masa puncak.

Padahal, BPBD Sumsel dibantu Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPNB) telah mengoperasikan helikopter untuk water bombing dan satu Hercules milik TNI melakukan hujan buatan.

"Helikopter MI8 telah melakukan water bombing sebanyak 1.814 kali, Bolko 2.785 kali, Sikorsy 1.554 kali, dan helikoper Kamov telah melakukan water bombing hingga 300 kali. Sudah 13,5 juta liter air diangkut untuk memadamkan titik api," kata Yulizar Dinoto, Senin (13/10).

Belum lagi penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Setidaknya sudah 52 ton garam ditebar untuk memunculkan hujan.

"Sudah 13 kali usaha untuk membuat hujan. Usaha kita sudah maksimal, tapi potensi awan penghujan belum ada," sebutnya.

Namun BPBD Sumsel kata Yulizar tak patah arang berusaha memadamkan api. Apalagi kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang semakin membahayakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×