NASIONAL
Berita
Vitalia keberatan Honda Jazz dari Fhatanah disita

KASUS IMPOR DAGING SAPI

Vitalia keberatan Honda Jazz dari Fhatanah disita


Telah dibaca sebanyak 1931 kali
Vitalia keberatan Honda Jazz dari Fhatanah disita

JAKARTA. Model majalah dewasa, Vitalia Sesha, keberatan mobil Honda Jazz dan jam tangan Chopard pemberian Ahmad Fathanah disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab, Vitalia merasa tidak mengetahui asal-usul uang yang digunakan Fathanah untuk membeli kedua barang mewah itu, termasuk yang diduga hasil pidana pencucian uang proyek impor daging sapi.

"Kami keberatan terkait penyitaan Honda Jazz yang disita," ujar kuasa hukum Vitalia, Windu Wijaya, usai mendampingi kliennya di stasiun televisi swasta, Jakarta, Rabu (8/5) petang.

Windu mengatakan, pihaknya akan mengajukan keberatan ke KPK dalam waktu dekat atas penyitaan Honda Jazz RS yang ditaksir seharga di atas Rp 200 juta dan jam tangan Chopard senilai Rp 70 juta tersebut.

"Kami imbau KPK, jangan menegakkan hukum dengan cara melanggar hukum," kata pengacara muda itu.

Windu memastikan, Vitalia tidak terlibat dengan tindak pidana suap dan pencucian uang yang diduga dilakukan oleh Ahmad Fathanah.

Windu menceritakan, hubungan Vitalia dengan Fathanah hanya sebagai teman dekat.

Keduanya mulai saling mengenal pada November 2012. Selanjutnya keduanya beberapa kali melakukan pertemuan.

Dan sebulan berikutnya, Fathanah yang orang dekat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq itu, memberikan Honda Jazz dan jam tangan Chopard kepada Vitalia. (Tribunnews.com)

Editor: Barratut Taqiyyah
Telah dibaca sebanyak 1931 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..