kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.505   5,00   0,03%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Twitter, FB dll harus dirikan badan usaha di RI


Rabu, 24 Februari 2016 / 16:08 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah akan memaksa para perusahaan digital raksasa dunia, seperti;  Facebook, Twitter, dan Youtube dan lainnya membuka kantor tetap di Indonesia dalam bentuk badan usaha tetap (BUT).

Rencananya, paksaan tersebut akan tertuang dalam sebuah peraturan dan mulai diterapkan Maret nanti.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan, paksaan tersebut punya beberapa tujuan.

Pertama, untuk tujuan perlindungan konsumen di Indonesia.

"Sekarang kita punya Facebook, Twitter, datanya dipakai apa, kalau ada penyalahgunaan mau komplen kemana," katanya di Kantor Staf Kepresidenan Rabu (24/2).

Kedua, alasan pajak. Rudiantara menghitung, potensi pajak di dunia digital besar.

Perhitungan ini didasarkan pada perhitungan pemasangan iklan yang dilakukan oleh baik individu ataupun perusahaan Indonesia di dunia digital tahun 2015 yang mencapai US$ 850 juta.

"Itu 70% dikuasai oleh dua perusahaan digital dunia itu, mereka bayar pajaknya di luar, tidak fair dong," katanya.

Teten Masduki, Kepala Kantor Staf Kepresidenan mengatakan, telah mensosialisasikan rencana tersebut kepada sejumlah perusahaan digital dunia.

Salah satu bentuk sosialisasi saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Silicon Valley pekan lalu.

"Semacam pendekatan bisnis," katanya.

Rudiantara menambahkan, walau kebijakan ini mungkin memberatkan, pemerintah berharap, perusahaan digital bisa mematuhi aturan di Indonesia.

"Karena negara lain juga melakukan aturan ini," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×