kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Satu orang Papua diusulkan jadi menteri Jokowi


Jumat, 24 Oktober 2014 / 19:09 WIB
Satu orang Papua diusulkan jadi menteri Jokowi
ILUSTRASI. Cara mengetahui akun Twitter yang tidak aktif.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Dua orang yang mengaku dari masyarakat Papua tiba-tiba datang dan memasuki pintu masuk sayap timur Istana Negara. Mereka ingin bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengusulkan nama menteri perwakilan dari Papua.

Salah satu dari dua orang Papua itu mengaku bernama Alof. Dia datang atas panggilan mantan Ketua Tim Transisi Rini Soemarmo. Dan nama yang diusulkan untuk menjadi menterinya yaitu Laksamana TNI Dikeng Wabiser.

Namun, Alof tidak mengatakan latar belakang dari calon yang diusungnya. Ia hanya bilang calonnya bukan berasal dari salah satu partai politik. "Yang jelas, masyarakat Papua sudah setuju," klaim Alof, Jumat (24/10).

Alof mengaku tidak akan menentukan kementerian mana yang cocok untuk Dikeng. Yang penting baginya, Jokowi mau menerimanya menjadi menteri dalam kabinet yang disusun.

Ia berharap Jokowi memberi kesempatan kepada masyarakat Papua. Sebab sudah seharusnya ada jatah dari masyarakat Papua menjadi menteri. Tetapi kalaupun tidak, Alof mengaku itu terserah Jokowi.

Di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beberapa nama menteri dari Papua adalah Menteri Lingkungan Hidup Baltasar Kambuaya dan Menteri Perhubungan Fredy Numbery.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×