kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pemerintah kekeuh bekukan keanggotaan di OPEC

Rabu, 06 Desember 2017 / 12:15 WIB

Pemerintah kekeuh bekukan keanggotaan di OPEC

A man fixes a sign with OPEC's logo next to its headquarter's entrance before a meeting of OPEC oil ministers in Vienna, Austria, November 29, 2017. REUTERS/Heinz-Peter Bader

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia akhirnya menolak untuk aktif kembali menjadi bagian dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar bilang Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tetap membekukan keanggotaan OPEC.

"Kami sesuai arahan Pak Presiden tetap freeze dulu. Sudah beberapa bulan lalu suratnya," ungkap Arcandra pada Selasa (5/7) malam di Gedung DPR/MPR RI Jakarta.

Arcandra mengungkapkan alasan tetap melanjutkan pembekuan keanggotaan OPEC demi mendapatkan harga minyak mentah yang lebih murah. Dengan tidak bergabung sebagai anggota OPEC, Indonesia memang memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pasokan minyak mentah dari negara-negara non-OPEC.

"Ada beberapa alasannya tapi yang jelas keputusannya kami freeze. Impor minyak itu adalah keputusan yang dilihat dari sisi komersial not necesarry harus dari negara OPEC. Selama harga ekonomis dan terbaik kami boleh impor dari mana saja," jelas Arcandra.

Lebih lanjut Arcandra menegaskan Indonesia hingga saat ini pun masih belum berencana untuk mengaktifkan kembali keanggotaan OPEC. "Kami statusnya seperti apa adanya sekarang," imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia sejak 30 November tahun lalu di Wina, Austria, menyatakan pembekuan sementara keanggotaan OPEC. Kala itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yang menghadiri sidang tersebut beralasan langkah pembekuan diambil menyusul keputusan sidang untuk memotong produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari, di luar kondensat.

Keputusan tersebut membuat Indonesia harus memotong sekitar 5% dari produksi, atau sekitar 37.000 barel per hari. Pemerintah Indonesia pun menolak kebijakan pemotongan produksi minyak.

Kemudian pada Mei lalu, Indonesia kembali diminta menjadi anggota OPEC oleh Menteri Arab Saudi. Pemerintah Indonesia melalui Menteri ESDM Ignasius Jonan pun mengirimkan surat Reaktivasi kepada OPEC pada 24 Mei lalu.

Namun dalam suratnya, Jonan meminta agar Indonesia tidak lagi diminta untuk melakukan pemotongan produksi minyak jika kembali aktif menjadi anggota OPEC. Pasalnya produksi minyak Indonesia pada tahun ini juga sudah menurun di kisaran 815.000 barel per hari (BPH).

 


Reporter: Febrina Ratna Iskana
Editor: Dessy Rosalina

FORUM INTERNASIONAL

Tag
Komentar
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.2767

Close [X]
×