kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pemerintah diminta cari solusi alternatif rokok

Kamis, 09 November 2017 / 12:22 WIB

Pemerintah diminta cari solusi alternatif rokok

Acara harm reduction, foto: kontan/ Ramadhani Prihatini - Pemerintah diminta cari solusi alternatif rokok

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah didorong untuk mencari solusi menekan angka perokok di Tanah Air.Lantaran berdasarkan riset Atlas Tobacco, jumlah perokok di Indonesia pada 2016 telah mencapai lebih dari 90 juta jiwa.

Ketua Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia Achmad Syawqie Yazid bilang, dari jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Namun ia mengakui, upaya menghentikan perilaku konsumsi ini bukan hal yang mudah.

"Kondisi ini membuat kami para pemerhati kesehatan publik di Asia merasa terdorong untuk segera mencari solusi paling efisien untuk menekan risiko produk tembakau yang dibakar. Negara-negara di Asia harus segera bergerak," kata Achmad Syawqie, Kamis (9/11).

Syawqie menyebutkan inovasi dari produk tembakau alternatif dapat menjadi solusi efisien untuk mengatasi masalah adiksi rokok. Konsep pengurangan risiko atau bahaya (harm reduction).

Ini merupakan strategi ilmu kesehatan masyarakat yang bertujuan mengurangi konsekuensi negatif kesehatan dari sebuah produk atau perilaku.

"Tidak mudah mengatasi adiksi masyarakat terhadap rokok, sehingga perlu solusi strategis untuk menekan dampak buruknya. Salah satu cara paling efisien adalah dengan memperkenalkan produk tembakau," imbuh dia

Pada tahun 2016, YPKP Indonesia secara independen melakukan penelitian terhadap salah satu produk tembakau alternatif yaitu rokok elektrik. Hasilnya, produk alternatif ini memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih rendah dibanding rokok yang dikonsumsi dengan dibakar.

" Hal ini terjadi karena produk yang tidak dibakar dapat mengeliminasi tar, racun berbahaya yang dihasilkan dari pembakaran tembakau dan sebagian bersifat karsinogenik,” jelas Syawqie.

Senada seirama, Kardiolog dunia asal Yunani Konstantinos Farsalinos yang telah melakukan penelitian tentang rokok elektrik sejak 2011 juga mengatakan produk tembakau alternatif berpotensi menyelamatkan jutaan jiwa.

”Kami telah melakukan penelitian tentang efek sitotoksik uap rokok elektronik pada sel otak dan efek langsung dari rokok elektronik yang digunakan pada fungsi jantung dan sirkulasi koroner. Hasilnya, efek yang ditimbulkan uap rokok elektrik jauh lebih rendah risiko dibandingkan efek dari asap rokok,” ungkapnya. 


Reporter: Ramadhani Prihatini
Editor: Yudho Winarto

INDUSTRI ROKOK

Tag
Komentar
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.3028

Close [X]
×