kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.028   143,84   2,44%
  • KOMPAS100 783   19,18   2,51%
  • LQ45 592   13,66   2,36%
  • ISSI 209   5,44   2,67%
  • IDX30 335   8,06   2,46%
  • IDXHIDIV20 410   8,36   2,08%
  • IDX80 89   2,14   2,47%
  • IDXV30 112   2,77   2,55%
  • IDXQ30 108   2,59   2,46%

Pemerintah akan perluas penggunaan biodiesel


Rabu, 21 Maret 2018 / 06:25 WIB


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berupaya untuk mendorong konsumsi biodiesel. Saat ini pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) ditargetkan konsumsi biodiesel sebesar 3,5 juta kilo liter.

Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, awalnya pemerintah menargetkan penggunaan biodiesel sebesar 2,5 juta per tahun.

Untuk itu, pemerintah perlu melakukan perluasan biodiesel yang selama ini digunakan untuk BBM solar dan solar untuk pembangkit listrik.

"Tadi saya melaporkan untuk ke sektor transportasi darat PT KAI," ujarnya saat di temui di Gedung Kemenko Ekoonomi, Selasa (20/3).

Rida menambahkan, sektor tersebut di usulkan lantaran memiliki konsumsi biodiesel yang besar. Saat ini pemerintah tengah melakukan real test untuk PT KAI dengan mengunakan B5 atau biodiesel 5%.

"Tapi daripada nunggu itu 6 bulan kemudian, kenapa enggak dilakukan dulu saja mereka mampunya berapa. Kemarin mereka mesin GEMD baru bisa B5 secara manufakturnya, yaudah kita manfaatkan dulu pakai B5," tambahnya.

Sektor lainnya, yakni pertambangan di mana mereka menggunakan biodiesel untuk keperluan penggunaan alat berat. hingga saat ini, pemerintah telah melakukan koordinasi dengan para pengembang maupun para penyedia alat beratnya.

"Biasanya mereka pakai berapa per tahunnya. Kemarin saya tanya ke teman-teman pertambangan berapa, yang disediakan Pertamina berapa," ucapnya.

Dengan perluasan sektor tersebut, diharapkan dapat menambah konsumsi sebesar 400 ribu kilo liter. Di mana 90% akan di kontribusi oleh sektor tambang dengan menggunakan B10 atau biodiesel 10%, sementara 10% sisanya akan di sumbang dari PT KAI dengan penggunaan B5.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×