kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Konflik lama diduga pemicu anarkisme warga Mesuji


Sabtu, 25 Februari 2012 / 18:24 WIB
ILUSTRASI. Para jamaah haji.


Reporter: Dupla Kartini, Kompas.com | Editor: Dupla Kartini

BANDAR LAMPUNG. Pembakaran sejumlah fasilitas perusahaan asal Malaysia, PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) di Mesuji, diduga masih dipicu persoalan lama, yaitu konflik lahan sawit. Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigadir Jenderal Jodie Rooseto menyebut, aksi anarkisme itu diduga dilakukan warga Tanjung Raya, Mesuji.

"Akar masalahnya memang belum selesai, tetapi sedang diupayakan diselesaikan BPN dan Pemkab Mesuji. Mungkin ada sebagian warga yang tidak sabar lalu melakukan itu," ujar Jodie, Sabtu (25/2) sore, di Bandar Lampung.

Selaku aparat yang bertanggung jawab terhadap keamanan, dia sangat berharap akar persoalan itu segera diselesaikan. "Kan tidak bisa setiap saat kami berjaga di sana. Apalagi, lokasinya tidak mudah dijangkau," tutur Jodie.

Menurutnya, dari hasil penelusuran sementara, pelaku pembakaran sejumlah fasilitas milik PT BSMI di Mesuji itu adalah warga Sri Tanjung dan Kagungan Dalam di Kecamatan Tanjung Raya.

Seperti diketahui, kedua kampung ini terlibat konflik lahan sawit dengan PT BSMI dan Lampung Inter Pertiwi (LIP). Warga mempersoalkan proses ganti rugi dan realisasi perkebunan inti rakyat lahan sawit seluas total 16.628 hektare. Sejak 1994, konflik lahan ini belum juga selesai diatasi. (Yulvianus Harjono/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×