kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Polisi membantah melakukan pembiaran kasus Mesuji


Jumat, 16 Desember 2011 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. Kabar baik, LTMPT hapus tombol Simpan Permanen guna lancarkan SNMPTN 2021.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo membantah melakukan pembiaran dalam kasus Mesuji. Dia mengatakan, aparat keamanan datang ke lokasi kejadian justru untuk tidak membiarkan terjadinya korban jiwa.

"Ini ada orang ribut-ribut antara masyarakat dengan perkebunan. Polisi datang berarti kan tidak membiarkan itu," katanya, Jumat (16/12).

Timur menjelaskan saat kejadian aparat Kepolisian tengah menyelamatkan masyarakat. Namun, dia bilang aksi itu kemudian dihadang kelompok lainnya.

Polisi pun lantas mengeluaran tembakan. Atas kejadian itu timbul korban jiwa dan lima mengalami luka-luka. "Kemudian kita periksa anggota kita, prosesnya disiplin. Kalau nanti prosesnya mengenai unsur pidana, nanti kami proses lagi secara hukum peradilan," katanya.

Bila ada aparat Kepolisian yang melanggar prosedur, Timur berjanji akan menindak tegas. "Sekarang yang ditemukan disiplin tapi kalau hasil penyelidikan nanti ada pidana, kita proses," katanya.

Timur juga mendukung tim pencari fakta yang dipimpin Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana. Dia mengatakan, Kepolisian yang diwakili Polisi daerah Sumatera Selatan dan Lampung akan mendukung tim tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×