kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.165
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS612.058 -0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kemdag: Industri rokok wajib serap tembakau lokal

Kamis, 21 Desember 2017 / 22:01 WIB

Kemdag: Industri rokok wajib serap tembakau lokal

Pekerja menjemur daun tembakau varietas 'gagang rejeb sidi' di Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (17/11). Komisi Pelepasan Varietas Kementerian Pertanian menetapkan tembakau varietas 'gagang rejeb sidi' sebagai varietas unggulan baru asal Tulungagung yang memiliki kadar nikotin tinggi (4,04 persen), volume produksi rata-rata sembilan kuintal per hektare, tahan terhadap penyakit tanaman serta kualitas atau mutu yang diakui produsen maupun pasar tembakau nasional. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/kye/17

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus menggodok aturan pembatasan impor tembakau. Industri rokok akan diwajibkan untuk 100% wajib serat untuk tembakau lokal baru bisa melakukan impor tembakau untuk memenuhi kebutuhan tembakau di Tanah Air.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita bilang industri rokok wajib serap tembakau rokok. Pemerintah pun akan menyusun peta jalan (road map) pembagian kebutuhan tembakau di Indonesia.

"Kalau sudah terserap baru boleh (impor) 100% lah terserap, pokoknya semua harus terserap. Dan untuk itu tidak dilakukan akan dikenakan tarif," kata Enggar usai Rakor Tembakau di Kemko Perekonomian, Kamis malam (21/12).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemdag, Oke Nurwan mengatakan rekomendasi sisa serapan tembakau akan masuk dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang tata niaga impor tembakau.

Namun payung hukum tersebut belum bisa diselesaikan dalam waktu dekat lantaran masih perlu ada yang direvisi. "Kemungkinan yang tersisa itu akan dikenakan bea masuk," ujar Oke.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto berujar kenaikan bea masuk diperlukan karena berdasarkan Peraturan Menkeu 06/PMK.010/2017, produk impor tembakau dengan Harmonized System (HS) Code 2401.10.10 BTKI 2017 hanya mengenakan tarif bea masuk sebesar 5%.

Ini jadi jalan untuk membatasi importasi tembakau. Namun dirinya belum bisa memastikan jumlah kenaikan besaran bea masuk itu. "Nanti secepatnya dikaji, karena (bea masuknya) selama ini kecil 5%,"ujar Panggah.


Reporter: Ramadhani Prihatini
Editor: Yudho Winarto

TEMBAKAU

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1607 || diagnostic_web = 0.4040

Close [X]
×