NASIONAL
Berita
Jumlah warga kelas menengah Indonesia meningkat

IFEF

Jumlah warga kelas menengah Indonesia meningkat


Telah dibaca sebanyak 8719 kali
Jumlah warga kelas menengah Indonesia meningkat


JAKARTA. Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menilai kedepannya Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi global. Hal ini terlihat dari semakin besarnya kelompok menengah di Indonesia yang dilihat dari segi jumlah maupun dari segi daya beli.

"Kelompok menengah adalah kelompok yang memiliki pendidikan relatif tinggi di atas rata-rata populasi dan ada pekerjaan tetap berdasarkan profesionalisme dan high skill basis atau medium skill," kata Mahendra dalam sambutan pembukaan IFEF 2012 di Jakarta, Jumat (5/10).

Mengutip data Bank Dunia, Mahendra mengatakan, sebanyak 55% penduduk Indonesia masuk dalam kategori kelompok menengah. Kelompok ini mengeluarkan belanja antara US$ 2 hingga US$ 20 dollar per hari. Survei McKinsey mengatakan, ada 45 juta orang Indonesia berada di kelompok menengah.

Menurutnya, keunggulan yang perlu diperhatikan dari jumlah ini adalah Indonesia masih memiliki demografic dividend yang produktif lebih tinggi hingga 2040 mendatang. Ini berbeda dengan dengan negara yang disebut engine society yang penduduk usia 65 tahun keatas telah mencapai 15% bahkan 20% seperti China dan AS. "Nah Indonesia itu masih ada 30 tahun lagi," ujar Mahendra.

Jika kedepannya Indonesia dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya di angka 5% hingga 7%  per tahun maka diperkirakan jumlah kelas menengah bisa mencapai 95 juta hingga 125 juta orang.

Pertumbuhan kelas menengah ini pun juga dirasakan oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). SVP Wealth Management Bank Mandiri Inkawan D. Jusi pun melihat pertumbuhan nasabah wealth management di perusahaannya semakin besar. "Karena middle class tambah bergerak dan itukan membawa kekayaan yang besar sekali," katanya.

Saat ini jumlah nasabah premium Mandiri mencapai 50.000 orang yang ditangani oleh 170 orang relations manager.  Mulai tahun depan, Bank Mandiri akan menaikkan batas minimum tabungan wealth management sebesar Rp 1 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 500 juta.

Saat ini, di Mandiri terdapat tiga segmen wealth management, pertama yaitu simpanan Rp 500 juta hingga Rp 3 miliar, kedua dengan tabungan antara Rp 3 miliar sampai Rp 20 miliar dan terakhir adalah tabungan di atas Rp 20 miliar.

Editor: Edy Can
Telah dibaca sebanyak 8719 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..