kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Ini besaran biaya yang dihemat pemerintah saat konversi pinjaman ke Euro dan Yen


Senin, 27 Juli 2020 / 19:50 WIB
ILUSTRASI. Petugas kasir menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan pasar spot Senin (25/2/2019) ditutup menguat Rp14.015 atau menguat


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan konversi pinjaman dengan mata uang asing sebagai salah satu upaya dalam rangka pengelolaan risiko. Adapun pada periode bulan September 2019 sampai Maret 2020 pinjaman luar negeri yang sudah dikonversi oleh pemerintah mencapai US$ 3,8 miliar.

Pinjaman yang dikonversi adalah dari mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan suku bunga mengambang basis London Inter-Bank Offered Rate (LIBOR), menjadi pinjaman dalam bentuk Euro dan Yen dengan suku bunga tetap (fixed rate) mendekati 0%.

Baca Juga: Ekonom sebut konversi mata uang akan pengaruhi demand and supply terhadap dolar AS

Staf khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan, konversi mata uang dalam pinjaman ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kehati-hatian pemerintah dalam melaksanakan penghematan pengeluaran yang harus diterapkan Pemerintah.

"Konversi ini dilatarbelakangi oleh dinamika pergerakan mata uang rupiah terhadap mata uang dolar AS yang sangat fluktuatif dan berpotensi memengaruhi besaran bunga yang harus dibayarkan oleh Pemerintah Indonesia kepada lender atau pemberi pinjaman," ujar Yustinus kepada Kontan.co.id, Senin (27/7).

Pinjaman yang dikonversi ini berasal dari dua pinjaman tunai Asian Development Bank (ADB), yaitu Stepping Up Investments for Growth Acceleration Program Subprogram 3 (SIGAP-3), serta Fiscal and Public Expenditure Management Subprogram 2 (FPEMP-2).

Baca Juga: Pemerintah telah mengkonversi pinjaman luar negeri sebesar US$ 3,8 miliar

Yustinus menjelaskan, sebelum dilakukan konversi, pemerintah melakukan simulasi komposisi mata uang valuta asing (valas) yang optimum dari sisi biaya dan risiko dengan menggunakan variabel data historis dari awal tahun 2010 sampai dengan Juli 2019.

Simulasi ini menggunakan tiga mata uang valas, yaitu USD, JPY dan EUR. Dari hasil proses simulasi tersebut, diperoleh rekomendasi untuk mengonversikan pinjaman dengan mata uang USD menjadi mata uang EUR dan JPY.

Mengacu dari data tahun 2019, pada tahap awal, konversi pinjaman dari USD ke mata uang EUR atau JPY dilakukan maksimal sebesar ekuivalen US$ 1 miliar. Namun, untuk selanjutnya dapat ditambah dengan mempertimbangkan efektivitas pelaksanaan hasil konversi, serta target komposisi portofolio utang valas optimum.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×