kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.860   17,00   0,10%
  • IDX 8.211   -54,45   -0,66%
  • KOMPAS100 1.157   -10,90   -0,93%
  • LQ45 829   -10,46   -1,25%
  • ISSI 294   -1,41   -0,48%
  • IDX30 432   -4,02   -0,92%
  • IDXHIDIV20 516   -5,32   -1,02%
  • IDX80 129   -1,31   -1,00%
  • IDXV30 143   -0,36   -0,25%
  • IDXQ30 139   -1,85   -1,31%

Hingga semester 1-2017, dana idle pemda Rp 222,6 T


Senin, 31 Juli 2017 / 16:13 WIB
Hingga semester 1-2017, dana idle pemda Rp 222,6 T


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Besaran dana pemerintah daerah (pemda) yang mengendap di perbankan (dana idle) hingga akhir semester pertama 2017 tercatat sebesar Rp 222,6 triliun. Jumlah tersebut naik Rp 7,9 triliun dibanding periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 214,7 triliun.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, posisi simpanan pemda hingga akhir Juni lalu terdiri dari simpanan dalam bentuk giro Rp 140,7 triliun atau 63,2%, deposito Rp 76,6 triliun atau 43,4%, dan tabungan sebesar Rp 5,3 triliun atau 2,4%.

Kenaikan posisi simpanan tersebut disebabkan oleh kenaikan pada posisi simpanan di tingkat provinsi sebesar Rp 20,46 triliun. Sementara posisi simpanan di tingkat kabupaten dan kota masing-masing turun Rp 10,53 triliun dan Rp 2,01 triliun.

Meski besaran dana pemda yang mengendap tersebut lebih tinggi, dibanding Mei 2017, dana itu lebih rendah. "Jika dibandingkan dengan posisi pada akhir bulan sebelumnya, posisi simpanan pemda di perbankan pada akhir bulan Juni 2017 tersebut berarti menunjukkan penurunan sebesar Rp 21,9 triliun," kata Dirjen Perimbangan Keuangan Kemkeu Boediarso Teguh Widodo, Senin (31/7).

Penurunan itu, disebabkan oleh rendahnya realisasi pendapatan daerah dibanding realisasi belanja daerah. Pihaknya mencatat, realisasi pendapatan daerah di akhir Juni hanya sebesar Rp 85,1 triliun. Sementara realisasi belanja daerahnya mencapai Rp 107,04 triliun.

Tak hanya itu, penurunan dana simpanan tersebut juga menunjukkan peningkatan pelaksanaan kegiatan. "Sehingga menyebabkan realisasi belanja daerah, baik belanja modal maupun belanja barang atau jasa mulai meningkat," tambah Boediarso. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×