: WIB    --   
indikator  I  

BI proyeksi surplus NPI 2017 senilai US$ 9 miliar

BI proyeksi surplus NPI 2017 senilai US$ 9 miliar

KONTAN.CO.ID - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) atau Balance of Payment tahun ini diperkirakan kembali mencatat surplus. Proyeksi Bank Indonesia (BI) surplus NPI 2017 bisa mencapai US$ 9 miliar.

Angka itu memang lebih rendah dibanding surplus NPI tahun 2016 yang mencapai US$ 12 miliar. Namun, proyeksi ini lebih tinggi dibanding proyeksi sebelumnya yang hanya US$ 3 miliar-US$ 4 miliar.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, surplus tersebut sejalan dengan membaiknya defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) dalam negeri.

Bank sentral, kata Mirza, memperkirakan CAD tahun ini sekitar 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan pada 2018 sedikit melebar menjadi 2,5% dari PDB, karena ada akselerasi ekonomi.

"Jadi tahun ini kami perkirakan bahwa over all balance of payment itu bisa surplus sekitar US$ 9 miliar dan tahun depan kami perkirakan masih bisa surplus sekitar US$ 6 miliar," kata Mirza di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/9).

Menurutnya, surplus NPI di tahun ini dan tahun depan menjadi salah satu faktor dari dalam negeri yang dapat menjaga stabilitas kurs rupiah, selain inflasi yang terjaga.

"Jadi itu yang di dalam negeri yang kami perkirakan bahwa itu bisa menjaga stabilitas kurs untuk kita di tahun depan, yaitu inflasi yang rendah dan balance of payment tetap surplus dan ekspor impor barang dan jasa defisit bisa terkendali di bawah 3% PDB bahkan di bawah 2,5% PDB," tambahnya.

Mirza juga mengatakan bahwa pihaknya memproyeksi posisi rupiah di akhir 2017 sebesar Rp 13.420 per dollar Amerika Serikat (AS) dan di akhir 2017 sebesar Rp 13.550 per dollar AS.

Sebelumnya, Gubernur BI Agus Martowardojo memproyeksi, surplus NPI 2017 hanya sekitar US$ 3-US$ 4 miliar, jauh lebih rendah dari tahun lalu yang tercatat US$ 12,1 miliar. Penyebabnya, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia tahun ini kembali normal. Berbeda dengan aliran modal asing yang masuk di tahun lalu cukup besar karena terbantu tax amnesty.

Selain itu, Agus juga memperkirakan respons investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) atas kenaikan peringkat Indonesia dari Standard and Poor's (S&P) lebih lambat. Ia memperkirakan aliran FDI baru akan masuk enam hingga 18 bulan ke depan.


Reporter Adinda Ade Mustami
Editor Dupla Kartini

MAKROEKONOMI

Feedback   ↑ x
Close [X]