kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Wiranto diserang, TNI evaluasi pengamanan Jokowi, masihkah boleh rakyat bersalaman?


Kamis, 10 Oktober 2019 / 21:24 WIB
ILUSTRASI. Commuter Line Jurusan Bekasi berhenti di Stasiun Juanda, Jakarta untuk menurunkan dan menaikkan penumpang, pada Kamis (28/9/2017) pukul 13.00 WIB. Tidak disangka, dari ratusan penumpang yang naik ternyata ada Presiden Joko Widodo.


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

Saat ditanya, apakah perubahan itu akan membatasi interaksi Presiden Jokowi dengan masyarakat, Sisriadi belum bisa menjawabnya. Soalnya, evaluasi belum dilakukan.

"Ya dilihat, dievaluasi lagi, apakah (memperbolehkan Presiden bersalaman) itu masih valid atau diperbaiki sesuai dengan ancaman hakekat ancaman yang sudah berkembang rumit seperti ini," ujar Sisriadi.

Meski demikian, Sisriadi memastikan, hasil evaluasi kelak bukan hanya akan jadi pedoman Paspampres, melainkan juga kepala satuan wilayah di mana Kepala Negara berkunjung.

Baca Juga: Menkopolhukam Wiranto ditusuk, ratusan teroris ditangkap dibawah komandonya

"Karena, protap itu tidak hanya ada pada Paspampres, tapi juga ada di Kodam. Kan, kalau kunjungan VVIP di daerah sebagai komandan pelaksana operasinya Panglima Kodam masing-masing," imbuh Sisriadi.

Penulis: Ardito Ramadhan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wiranto Diserang, TNI Evaluasi Pengamanan Jokowi, Masihkah Boleh Rakyat Bersalaman?"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×