kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.045   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.679   -160,98   -2,76%
  • KOMPAS100 750   -21,20   -2,75%
  • LQ45 566   -14,52   -2,50%
  • ISSI 199   -4,62   -2,27%
  • IDX30 321   -7,81   -2,38%
  • IDXHIDIV20 397   -10,10   -2,48%
  • IDX80 85   -2,23   -2,55%
  • IDXV30 108   -3,62   -3,25%
  • IDXQ30 104   -2,35   -2,21%

WHO sebut RI berpotensi jadi episentrum baru Covid-19, jubir pemerintah angkat bicara


Senin, 13 April 2020 / 08:23 WIB
ILUSTRASI. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Selain itu, India di Asia Selatan juga disorot WHO sebagai negara yang padat penduduk. "Indonesia dan India, apabila epidemi tidak terkontrol di dua negara tersebut, maka kawasan Asia Tenggara menjadi episentrum baru (Covid-19) di dunia," kata Diah dalam diskusi daring bertajuk "Hari Kesehatan Dunia 2020: Aksi Nyata Masyarakat Sipil di Masa Pandemi", Kamis (9/4/2020).

Saat ini, episentrum ada di Amerika dan Eropa. Di Amerika Serikat, angka kematian bahkan bisa mencapai sekitar 1.000 kematian per hari. "Kita tentu ingin menghindari ini terjadi di kawasan Asia Tenggara, termasuk menghindari ini terjadi di Indonesia," ujar dia.

Baca Juga: WHO: Ada laporan beberapa pasien virus corona setelah pulih dinyatakan positif lagi

Oleh sebab itu, Diah berujar Indonesia sebagai negara yang "terlambat" terinfeksi virus corona bisa mengambil pelajaran akan hal-hal yang dilakukan di negara lain.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Episentrum Baru Covid-19, Ini Respons Jubir Pemerintah"
Penulis : Haryanti Puspa Sari
Editor : Diamanty Meiliana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×