kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

Waspada, Akibat Pancaroba Tahun Lalu 2,5 Juta Warga Jakarta Kena ISPA


Senin, 20 April 2026 / 18:21 WIB
Waspada, Akibat Pancaroba Tahun Lalu 2,5 Juta Warga Jakarta Kena ISPA
ILUSTRASI. Pasien antre memeriksakan diri di Poli Batuk dan ISPA (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perubahan cuaca ekstrem selama musim pancaroba kembali menjadi perhatian, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan sekitar 2,5 juta kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi sepanjang Januari–November 2025.

Tingginya angka ini akibat perubahan suhu dan kelembapan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh serta meningkatkan penyebaran virus dan bakteri.

Kondisi ini mendorong pentingnya peningkatan kewaspadaan serta edukasi kesehatan masyarakat, terutama dalam menghadapi masa peralihan musim. Upaya promotif dan preventif dinilai krusial agar masyarakat mampu mengenali gejala sejak dini dan melakukan penanganan yang tepat.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Debi Intan Suri menekankan pentingnya edukasi di tingkat komunitas. "Menjaga
kesehatan dan mencegah penyakit harus dimulai dari diri sendiri, lalu ke keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya, dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu. 

Baca Juga: 10 Penyakit Terbanyak Akibat Banjir Sumbar, ISPA Tertinggi

Sementara itu, dr. Clavelina Astriani, Sr. Medical Affairs Manager Combiphar menjelaskan, dampak perubahan cuaca terhadap kesehatan pernapasan.Pada masa pancaroba, perubahan suhu dan kelembapan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.

"Kondisi ini memengaruhi penyebaran virus serta respons tubuh terhadap infeksi, sehingga penanganan sejak awal menjadi penting," jelasnya.

Pihak swasta menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap gejala batuk sebagai bagian dari ISPA.  Direktur Combiphar, Weitarsa Hendarto, juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kesehatan.

"Edukasi merupakan langkah konkret untuk memperkuat pertahanan kesehatan keluarga, terutama melalui peran aktif masyarakat di tingkat komunitas," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×