kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.916   -19,65   -0,25%
  • KOMPAS100 1.115   -1,69   -0,15%
  • LQ45 811   -4,28   -0,53%
  • ISSI 278   0,32   0,11%
  • IDX30 424   -2,29   -0,54%
  • IDXHIDIV20 510   -4,57   -0,89%
  • IDX80 125   -0,32   -0,25%
  • IDXV30 138   -1,06   -0,77%
  • IDXQ30 138   -0,93   -0,67%

Wapres Tegaskan Redenominasi Rupiah Hanya Studi BI


Selasa, 03 Agustus 2010 / 18:27 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Merebaknya isu pemotongan pecahan mata uang (redenominasi) rupiah akhirnya menyulut Wakil Presiden (Wapres) Boediono angkat bicara. Wapres menegaskan redenominasi rupiah hanyalah sebuah studi Bank Indonesia (BI).

Dengan kata lain, redenominasi belum menjadi kebijakan pemerintah. "Itu adalah studi dari Bank Indonesia, itu statusnya," ujar Wakil Presiden saat menggelar keterangan pers di Istana Wapres, Selasa (3/8).

Menurut Wapres, bank sentral melakukan kajian terhadap redenominasi, termasuk BI. "Tadi ketemu Pak Darmin, saya cek lagi memang studi ini berlanjut dan belum selesai," imbuh mantan Gubernur BI.

Sampai berapa lama kajian itu, Boediono mengaku tidak tahu sampai kapan. Kalau sudah hasil yang definitif, kata Boediono, tentunya akan dibahas melalui proses di pemerintah kemudian melalui wacana publik.

Boediono menambahkan, redenominasi memang dilakukan di beberapa negara, antara lain di Turki. Tapi di Indonesia, Boediono menegaskan statusnya masih studi BI. "Prosesnya itu studi menjadi suatu policy prosesnya panjang," kata Wapres.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×