kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Wapres : OJK harus berkoordinasi dengan BI


Rabu, 21 Desember 2011 / 13:01 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung dengan sekat plastik duduk berjaga jarak di kedai Ketika Kopi, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.


Reporter: Herlina KD

JAKARTA. Wakil Presiden Boediono mengingatkan pentingnya koordinasi dan pertukaran informasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan bank sentral.

Pasalnya, dalam merumuskan kebijakan makro dan moneter juga diperlukan informasi dari sektor mikro. "Ini harus dipikirkan, terutama saat krisis. Saat kondisi normalpun juga penting arus informasi antara makro dan mikro," ujarnya saat pembukaan seminar OJK Rabu (21/12). Makanya, Boediono menekankan agar arus informasi antara Bank Indonesia dengan OJK nantinya harus efektif.

Karena OJK adalah lembaga pengawas yang terintegrasi, maka Boediono juga mengingatkan agar nantinya dalam pelaksanaan pengawasan juga bisa dilakukan menyeluruh. Sehingga, "Jangan ada celah-celah antara institusi (satu dengan yang lain) sehingga nanti ada miss. Kalau deteksi mengenai celah-celah ini lebih mudah, maka cara mengatasinya akan lebih cepat," ungkapnya.

Tak hanya itu, Boediono juga bilang nantinya dalam OJK juga masih diperlukan koordinasi terutama di tingkat regulasi. Menurutnya, harus ada sinergi antara otoritas moneter yg menangani moneter dan OJK yang menangani institusi keuangan dan produk keuangan. Makanya, "Sangat penting sinkronisasi kebijakan," tegas Boediono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×