kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Wapres minta KKP bermain di dua kaki


Rabu, 08 Februari 2012 / 10:48 WIB
ILUSTRASI. Tambang emas Merdeka Copper Gold (MDKA)


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Wakil Presiden (Wapres) Boediono meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk inovatif merumuskan kebijakan sektor kelautan, juga industrialisasi pengelolaan potensi laut.

Dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hari ini, Boediono meminta KKP membuat kebijakan “dua kaki” atau kebijakan untuk sektor industri perikanan juga untuk nelayan kecil.

“Dalam merumuskan kebijakan tidak bisa tidak dengan dua kaki, ada kaki bagi kelompok besar, kaki yang lain untuk kelompok kecil, ini harus seimbang," kata Boediono saat memberi sambutan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di kantor KKP Jakarta, semalam (7/2).

“Inilah tantangan bagi pembuat kebijakan dasar dibidang kelautan dan perikanan di setiap sektor di negara kita ini,” tambah Boediono. Dalam membuat kebijakan perikanan dan kelautan itu, Boediono berharap untuk menimalisir adanya gap atau perselisihan.

Wapres menambahkan, masalah serupa tidak hanya terjadi di sektor perikanan dan kelautan saja, tetapi juga terjadi di sektor lain, seperti pertanian, dan industri serta jasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×