kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.861   3,00   0,02%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Wapres Maruf Amin: Berantas Perilaku Koruptif


Jumat, 09 Desember 2022 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta semua pihak berperan dalam mencegah dan memberantas korupsi, termasuk memberantas berbagai perilaku koruptif.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta semua pihak berperan dalam mencegah dan memberantas korupsi, termasuk memberantas berbagai perilaku koruptif. Hal ini juga untuk mendukung upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Segala upaya pemulihan sosial ekonomi nasional membutuhkan dukungan dari KPK dan semua pemangku kepentingan agar tidak tumbang oleh perilaku koruptif,” tegas Ma’ruf pada acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Jakarta, Jumat (9/12).

Menurut Ma’ruf, kemakmuran tidak mungkin dapat dinikmati oleh negara bila penegakan hukumnya tumpul. Meski negara tersebut memiliki sumber daya yang melimpah.   

Ma’ruf menambahkan, korupsi kebijakan mampu mengubah alokasi sumber daya, dari yang seharusnya diproduksi demi kepentingan publik tetapi dibajak demi memuaskan oligarki. Akibatnya, hal itu berdampak pada masyarakat.

Baca Juga: Wapres Ingin Papua Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional di Indonesia Timur

Sebab itu, Ma’ruf menekankan, upaya pemberantasan korupsi mestinya diarahkan pada perubahan perilaku pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, perilaku koruptif harus diubah menjadi perilaku yang jujur, bersih dan berintegritas.

“Perubahan perilaku yang muncul dari dalam diri individu akan lebih menjamin kesuksesan kita dalam memberantas korupsi, daripada ancaman hukuman yang berat,” tutur Ma’ruf.

Ma’ruf mengatakan, saat ini pemerintah membutuhkan dukungan untuk menyukseskan program prioritas pembangunan agar tidak terhambat oleh korupsi. Antara lain percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, penguatan sistem jaminan sosial, dan peningkatan sistem kesehatan nasional.

Termasuk juga agenda revitalisasi pariwisata dan UMKM, hilirisasi industri, transisi energi, serta pembangunan infrastruktur, konektivitas, dan Ibu Kota Nusantara.

“Terakhir, saya meminta seluruh pemangku kepentingan menyukseskan implementasi Peta Jalan Pemberantasan Korupsi 25 Tahun untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia,” imbuh Ma’ruf.

Baca Juga: Wapres Minta Kepala Daerah Pimpin Langsung Penurunan Prevalensi Stunting

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×