kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Wamenag Apresiasi Kesiapan Haji 2026, Sistem Tenda By Name hingga Layanan Kesehatan


Kamis, 21 Mei 2026 / 20:22 WIB
Wamenag Apresiasi Kesiapan Haji 2026, Sistem Tenda By Name hingga Layanan Kesehatan
ILUSTRASI. Wamenag Apresiasi Kesiapan Haji 2026, Sistem Tenda By Name hingga Layanan Kesehatan (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Wakil Menteri Agama (Wamenag) sekaligus anggota Amirul Hajj 2026, Romo Muhammad Syafii, memberikan apresiasi terhadap peningkatan signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, khususnya pada fase persiapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Ia menilai terdapat perhatian serius dari seluruh jajaran Kementerian Haji dalam mengelola seluruh tahapan layanan, mulai dari pemberangkatan, penempatan jemaah, hingga persiapan kepulangan.

“Saya sudah empat kali menjadi pengawas haji dan satu kali kemarin diawasi. Hari ini saya menyaksikan yang spesial. Ada perhatian serius dari seluruh aparat terhadap semua proses, dari pemberangkatan sampai nanti insyaallah kepulangan. Ini sesuatu yang baru saya saksikan,” ujarnya dalam rapat Amirul Hajj, di Makkah Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, salah satu hal yang paling menonjol adalah skenario pergerakan jemaah yang lebih tertib dan terstruktur, sehingga tidak terjadi penumpukan di hotel saat proses pemberangkatan menuju Arafah.

Baca Juga: Menhaj Pastikan Tak Terjadi Penumpukan di Hotel Saat Mobilisasi Jemaah ke Arafah

Ia juga menyoroti kesiapan tenda di Armuzna yang dinilai jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Tenda-tenda jemaah kini telah diberi penamaan berdasarkan kloter, bahkan sudah mengarah pada sistem by name untuk memastikan penempatan lebih presisi.

“Tenda itu diberi nama dan ada dari kloter mana. Bahkan direncanakan bukan hanya kloter, tapi per tenda ada by name. Ini mimpi besar yang dirindukan jemaah haji Indonesia. Saya sampai terharu,” katanya.

Selain penataan tenda, ia juga mengapresiasi kesiapan layanan konsumsi yang disiapkan secara lebih adaptif, termasuk penyediaan makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) serta pos layanan dengan minuman, makanan ringan, dan kurma bagi jemaah di titik-titik tertentu.

Dari sisi layanan kesehatan, Wamenag menilai adanya peningkatan koordinasi antara Kementerian Haji Indonesia dan otoritas Arab Saudi. Ia menyebut jumlah jemaah yang dirawat saat ini relatif minim, seiring dengan meningkatnya edukasi dan kesiapan layanan kesehatan di lapangan.

Baca Juga: Gus Irfan Apresiasi Pelayanan Petugas terhadap Jemaah Lansia di Masjidil Haram

Ia juga menyoroti kesiapan skema pergerakan jemaah dalam proses mabit di Muzdalifah, murur, hingga tanazul yang kini dinilai lebih sistematis dengan dukungan petugas di lapangan.

“Ini sebenarnya skenario yang sangat baik, bahkan bisa dibilang mimpi yang mudah diwujudkan tapi baru terwujud hari ini. Ini karena Kementerian Haji benar-benar serius melayani dhuyufurrahman dari Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi pengakuan dari pihak Arab Saudi yang sebelumnya memberikan apresiasi terhadap peningkatan teknis pelaksanaan, profesionalisme petugas, serta layanan kesehatan jemaah haji Indonesia.

“Saya mengapresiasi kerja-kerja Kementerian Haji,” tutupnya.

Baca Juga: Armuzna Dipastikan Tertib, Penempatan Tenda Jemaah Diperketat hingga Sistem By Name

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×