kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Walau Ketidakpastian Masih Tinggi, Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5%


Sabtu, 28 Oktober 2023 / 20:15 WIB
Walau Ketidakpastian Masih Tinggi, Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5%
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan dalam konferensi pers APBN KiTa di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (25/10/2023). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian global makin tinggi. Meski demikian, pemerintah melihat perkembangan manis dari perekonomian dalam negeri.  Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, aktivitas ekonomi domestik tetap terjaga yang terlihat dari sejumlah indikator dini. 

"Situasi cukup dinamis dan menantang. Namun, ekonomi kita di dalam negeri masih terjaga. Ini adalah sesuatu yang positif," tutur Sri Mulyani tengah pekan lalu.

Ia pun memerinci. Sejumlah indikator dini yang menunjukkan perkembangan positif di antaranya keyakinan masyarakat yang tetap berada dalam zona optimistis.  Ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2023 yang sebesar 121,7, atau indeks di atas 100. 

Kemudian indeks manufaktur yang tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) juga berada dalam zona ekspansif atau indeks di atas 50, yaitu di 52,3. 

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi dari Kandidat Capres Dinilai Sulit Tercapai, Ini Alasannya

Sedangkan mandiri spending index juga menunjukkan konsumsi yang relatif stabil pasca normalisasi. Pada September 2023, indeksnya tumbuh 35,4%. 

Kemudian Indeks Penjualan Riil masih tumbuh positif di level 1,0%. Juga konsumsi listrik dan konsumsi semen tetap tumbuh positif. 

Dengan perkembangan tersebut, Sri Mulyani optimistis pertumbuhan ekonomi 2023 akan berada di kisaran 5,1% YoY. 

Meski demikian, ia tetap mewanti-wanti agar otoritas mewaspadai dampak perlambatan global yang mungkin mengancam pergerakan ekonomi dalam negeri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×