kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Virus corona berpotensi gerus pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020


Minggu, 23 Februari 2020 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2020 hanya bertengger di level 4,9% . KONTAN/Baihaki/3/1/2020


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo

“Karena perlu penjajakan tidak bisa langsung, kalaupun ada alternatif sumber (bahan baku) tidak bisa terjadi dalam waktu dekat,” ungkap Shinta.

Catatan Kadin, setidaknya beberapa industri yang kekurangan bahan baku akibat virus corona antara lain farmasi, kosmetik, sepatu, tekstil. Perkiraan Kadin, 70% bahan baku industri manufaktur impor, dan terbanyak dari China.

Setali tiga uang, saat ini terjadi perlambatan produksi, karena demand pasar ekspor melambat dan supply tidak bisa dikendalikan karena ketersediaan bahan baku yang minim.

Baca Juga: Kino Indonesia (KINO) buka peluang jajaki pasar ekspor baru

Sementara itu, Shinta tidak bisa memprediksi sampai kapan dampak virus korona terhadap perlambatan ekonomi dalam negeri. Sehingga, belum tentu akan ada rebound dari virus korona ke perekonomian Indonesia.

“Ekonomi melemah maka akan pengaruh ke lapangan kerja. Untuk itu kami mendorong RUU Cipta Kerja berjalan agar memperkuat dalam negeri,” ujar Shinta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×