kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Vaksin palsu, Kemkes akui ada kelemahan


Selasa, 19 Juli 2016 / 22:18 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Kesehatan mengakui ada kelemahan dalam melakukan pengawasan fasilitas kesehatan, sehingga muncul kasus vaksin palsu.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan perbaikan untuk mencegah hal serupa kembali terulang. "Kami akui mungkin ada beberapa kelemahan-kelemahan. Tentunya setelah kejadian ini merupakan waktu untuk kami melakukan introspeksi melihat kelemahan-kelemahan itu," ujar Nila, di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (19/7).

Menurut Nila, pengawasan terhadap vaksin diawali dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Misalnya, BPOM mengawasi saat sebelum dan sesudah vaksin dipasarkan. Sementara, mengenai kefarmasian di rumah sakit, pengawasannya menjadi tanggung jawab Kemkes.

Nila mengatakan, salah satu yang menjadi fokus pengawasan yakni, perbaikan regulasi mengenai pengadaan vaksin. "Regulasi atau sistem prosedur pengawasan memang harus ditekankan. Mungkin sudah dengar bagaimana limbah produk, itu pun harus kami awasi betul," kata Nila. (Abba Gabrillin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×