kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Vaksin palsu, Kemkes akui ada kelemahan


Selasa, 19 Juli 2016 / 22:18 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Kesehatan mengakui ada kelemahan dalam melakukan pengawasan fasilitas kesehatan, sehingga muncul kasus vaksin palsu.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan perbaikan untuk mencegah hal serupa kembali terulang. "Kami akui mungkin ada beberapa kelemahan-kelemahan. Tentunya setelah kejadian ini merupakan waktu untuk kami melakukan introspeksi melihat kelemahan-kelemahan itu," ujar Nila, di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (19/7).

Menurut Nila, pengawasan terhadap vaksin diawali dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Misalnya, BPOM mengawasi saat sebelum dan sesudah vaksin dipasarkan. Sementara, mengenai kefarmasian di rumah sakit, pengawasannya menjadi tanggung jawab Kemkes.

Nila mengatakan, salah satu yang menjadi fokus pengawasan yakni, perbaikan regulasi mengenai pengadaan vaksin. "Regulasi atau sistem prosedur pengawasan memang harus ditekankan. Mungkin sudah dengar bagaimana limbah produk, itu pun harus kami awasi betul," kata Nila. (Abba Gabrillin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×