kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.987   28,00   0,16%
  • IDX 5.795   -107,22   -1,82%
  • KOMPAS100 764   -18,29   -2,34%
  • LQ45 580   -9,62   -1,63%
  • ISSI 199   -3,05   -1,51%
  • IDX30 331   -4,47   -1,33%
  • IDXHIDIV20 410   -3,13   -0,76%
  • IDX80 87   -1,61   -1,82%
  • IDXV30 109   -1,56   -1,41%
  • IDXQ30 107   -0,61   -0,57%

UU APBN 2020: Sri Mulyani akui target pertumbuhan ekonomi 5,3% cukup menantang


Selasa, 24 September 2019 / 15:01 WIB
ILUSTRASI. UU APBN 2020: Sri Mulyani akui target pertumbuhan ekonomi 5,3% cukup menantang


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Meski begitu, Sri Mulyani mengatakan, momentum positif kinerja perekonomian dan upaya reformasi struktural dan fiskal beberapa tahun terakhir mestinya dapat menjadi modal utama untuk melanjutkan peningkatan kinerja ekonomi nasional ke depan. 

Di sisi lain, pemerintah akan melanjutkan reformasi struktural di bidang sektor riil untuk meningkatkan daya tarik investasi, peningkatan daya saing, dan produktivitas pelaku ekonomi untuk mendorong ekspor. 

“Penyederhanaan dan konsistensi regulasi dan kecepatan pelayanan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah juga terus didorong agar investasi dapat ditingkatkan,” tutur Sri Mulyani. 

Baca Juga: Sri Mulyani sebut pembangunan infrastruktur bisa dorong pertumbuhan ekonomi

Ia menyampaikan, pemerintah dan DPR telah menetapkan APBN 2020 dengan target defisit sebesar Rp 307,2 triliun atau setara 1,76% PDB. 

Pengendalian defisit anggaran tetap dilakukan demi menjaga kesinambungan fiskal dan memberi ruang gerak lebih besar dalam menghadapi risiko global dan dampaknya terhadap perekonomian nasional di tahun depan. 

“Dengan besaran defisit tersebut, pemerintah tetap dapat memberi stimulus pada perekonomian serta melaksanakan program-program pembangunan dalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta pengurangan kemiskinan,” tandas Sri Mulyani. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×