kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Utang Whoosh US$ 7,26 Miliar Ditanggung Pemerintah, Skema Mulai Digodok


Jumat, 28 Agustus 2026 / 19:02 WIB
Utang Whoosh US$ 7,26 Miliar Ditanggung Pemerintah, Skema Mulai Digodok
ILUSTRASI. Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme untuk menangani kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme untuk menangani kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang nilainya mencapai sekitar US$ 7,26 miliar. Pembahasan skema tersebut akan dilakukan bersama Danantara pada September 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah masih menggodok skema penyelesaian kewajiban tersebut bersama Danantara. Pembahasan lebih lanjut dijadwalkan pada 15 September 2026.

"Masih kita diskusikan, itu tanggal 15 September 2026. Yang jelas akan diserahkan ke kita (utang ditanggung pemerintah)," ujar Purbaya saat ditemui di kantornya, Jumat (28/8/2026).

Purbaya mengatakan, pemerintah masih mencari bentuk skema yang paling tepat untuk memastikan kewajiban utang proyek Whoosh dapat diselesaikan.

Baca Juga: Langgar Aturan Pengelolaan Sampah, Enam Perusahaan di Jakarta Kena Sanksi

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah melibatkan sejumlah Special Mission Vehicle (SMV) yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Meski demikian, pemerintah belum menetapkan SMV mana yang akan dilibatkan dalam mekanisme pembayaran utang tersebut.

"Kita bisa melibatkan beberapa SMV dari Kementerian Keuangan. Tapi belum saya umumkan, karena belum tahu, masih dalam proses diskusi," jelasnya.

Purbaya menyebut terdapat kemungkinan dua SMV akan dilibatkan untuk menangani skema pembayaran kewajiban utang Whoosh. Pemerintah masih mempertimbangkan kombinasi SMV yang paling sesuai, termasuk kemungkinan melibatkan SMV dengan skala lebih kecil dan lebih besar.

Baca Juga: BGN Siapkan 2.700 Dapur MBG untuk Wilayah 3T Mulai September 2026

"SMV-nya dua mungkin. Bisa juga kita pakai SMV yang kecil dan juga yang besar. Kita lihat nanti skema yang paling pas seperti apa. Masih diolah" katanya.

Ia menegaskan, pembahasan mengenai mekanisme pembayaran utang Whoosh masih berlangsung. Dengan demikian, pemerintah belum menetapkan keputusan final mengenai bentuk skema yang akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×