kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.070   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.073   30,70   0,51%
  • KOMPAS100 798   7,74   0,98%
  • LQ45 606   6,10   1,02%
  • ISSI 210   0,34   0,16%
  • IDX30 342   3,04   0,90%
  • IDXHIDIV20 426   3,31   0,78%
  • IDX80 91   0,96   1,07%
  • IDXV30 116   0,95   0,83%
  • IDXQ30 110   0,97   0,89%

Utang luar negeri RI meningkat, begini pandangan ekonom Indef


Selasa, 15 Desember 2020 / 19:50 WIB
ILUSTRASI. Utang luar negeri Indonesia pada akhir Oktober 2020 kembali meningkat.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Utang luar negeri Indonesia pada akhir Oktober 2020 kembali meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri pada Oktober 2020 mencapai US$ 413,4 miliar. Lebih besar dari bulan September 2020 yang senilai US$  408,54 miliar

Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pun pada akhir Oktober 2020 juga meningkat menjadi 38,8% dari 38,1% di bulan sebelumnya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira melihat, rasio utang memang meningkat. Namun yang perlu diwaspadai adalah terkait utang luar negeri pemerintah.

Baca Juga: Utang luar negeri Indonesia naik, sudah mencapai US$ 413,4 miliar per Oktober

Utang luar negeri pemerintah pada Oktober 2020 tercatat sebesar US$ 199,8 miliar atau naik dari bulan September 2020 yang senilai US$ 197,38 miliar.

“Ini perlu dicermati karena terjadi pembalikan minat investor asing yang sebelumnya mulai membeli surat berharga negara (SBN), kemudian apetite-nya berkurang,” ujar Bhima kepada Kontan.co.id, Selasa (15/12).

Sedangkan, kebutuhan untuk pendanaan defisit anggaran cukup besar hingga akhir tahun. Sehingga, Bhima menemukan ada semacam mismatch, karena pembiayaan utang tidak lagi mudah, khususnya dari luar negeri.

Fenomena tersebut terjadi saat negara berkembang lain juga menerbitkan surat utang untuk menarik dana asing untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi selama pandemi. Di sisi lain, pasokan investasi global pun juga terbatas.

Dengan tren suku bunga yang menurun pun, Bhima khawatir bukan tidak mungkin investor global mencari alternatif aset lainnya.

Ke depannya, Bhima masih melihat utang luar negeri cenderung masih akan meningkat hingga akhir tahun 2020 ini. “Masih akan terus meningkat, meskipun memang lajunya rendah,” ujarnya.

Selanjutnya: Utang luar negeri Indonesia bertambah, rasio utang terhadap PDB naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×