Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026), untuk memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Dokter Tifa.
Jokowi tiba sekitar pukul 08.30 WIB dengan mengenakan baju krem bermotif cokelat dan peci hitam. Kedatangannya didampingi kedua anaknya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep.
Kedatangan Jokowi langsung disambut puluhan pendukung yang mengerumuninya. Situasi sempat berdesakan antara pendukung, awak media, dan petugas pengawalan. Petugas kemudian membuka jalan agar Jokowi bisa masuk ke gedung pengadilan.
Baca Juga: Lowongan Kerja BPS Jakarta Timur Mei 2026, Lulusan SMA Bisa Daftar, Cek Syaratnya
Sepanjang perjalanan menuju gerbang PN Jakarta Timur, para pendukung terus meneriakkan yel-yel dukungan. Bahkan, seorang perempuan bertopi merah muda menerobos kerumunan untuk mendekati Jokowi dan sempat berswafoto dengannya.
Selain memberikan kesaksian, Jokowi berencana menunjukkan dokumen ijazah dari seluruh jenjang pendidikan yang pernah ditempuhnya, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi.
Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, mengatakan kliennya ingin memperlihatkan dokumen pendidikan tersebut tidak hanya kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU), tetapi juga kepada kuasa hukum para terdakwa dan masyarakat yang mengikuti persidangan.
Menurut Rivai, Jokowi menilai persidangan merupakan forum yang tepat untuk menunjukkan dokumen tersebut karena terbuka bagi publik dan media.
Baca Juga: Pasca Eksekusi Hotel Sultan, PN Jakarta Pusat Pastikan Barang Tersimpan Aman
"Persidangan adalah forum yang terhormat dan dapat diikuti publik dan media, sehingga tepat kiranya jika semua ijazah miliknya ditunjukkan dalam forum tersebut," ujar Rivai, Rabu (4/11/2026).
Rivai menjelaskan, polemik ijazah Jokowi awalnya berpusat pada dokumen pendidikan tingkat SMA, kemudian berkembang hingga mempersoalkan ijazah sarjana (S1).
Karena itu, Jokowi berencana membawa seluruh dokumen pendidikan agar tidak ada lagi polemik yang berlanjut pada jenjang pendidikan lainnya.
Baca Juga: PN Jakarta Pusat Resmi Kabulkan Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan
"Tujuannya agar isu ijazah segera selesai. Sebelumnya yang dipersoalkan ijazah SMA lalu lanjut ke S1. Sekarang semuanya ditunjukkan termasuk SD dan SMP," kata Rivai.
Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/11/05/08552571/jokowi-tiba-di-pn-jaktim-didampingi-kahiyang-disambut-teriakan-pendukung?source=headline.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
