kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.861   43,00   0,26%
  • IDX 8.960   34,76   0,39%
  • KOMPAS100 1.233   5,49   0,45%
  • LQ45 871   3,42   0,39%
  • ISSI 325   1,71   0,53%
  • IDX30 441   0,40   0,09%
  • IDXHIDIV20 520   0,96   0,18%
  • IDX80 137   0,65   0,48%
  • IDXV30 144   0,49   0,34%
  • IDXQ30 141   -0,06   -0,04%

Update Bencana Sumatra-Aceh, PU Catat Ada 1.459 Titik Terdampak


Kamis, 08 Januari 2026 / 15:39 WIB
Update Bencana Sumatra-Aceh, PU Catat Ada 1.459 Titik Terdampak
ILUSTRASI. Destinasi wisata Wih Ni Kulus rusak akibat bencana (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memacu penanganan darurat hingga tahap rekonstruksi pascabencana banjir dan tanah longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data terbaru hingga 7 Januari 2026, kementerian mencatat sebanyak 1.459 titik terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo merinci, ribuan titik tersebut tersebar di Provinsi Aceh sebanyak 523 titik, Sumatera Utara 306 titik, dan Sumatera Barat mencapai 630 titik. Dampak kerusakan mencakup banjir, longsor, tanggul jebol, hingga lumpuhnya layanan air bersih dan infrastruktur jalan.

Baca Juga: Menhaj Sebut Kompleks Haji di Mekkah Baru Bisa Digunakan pada Tahun 2028

“Kementerian PU bergerak cepat sejak awal kejadian bencana dengan mengerahkan sumber daya dan peralatan ke lokasi terdampak. Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” ujarnya dalam pertemuan di Gedung Command Center Kemendagri, Kamis (8/1/2026).

Untuk mendukung penanganan tanggap darurat, Dody bilang, pihaknya telah mengerahkan 1.712 unit alat berat dan 1.328 personel di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memulihkan konektivitas dan layanan dasar permukiman agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali berputar.

Di sektor Bina Marga, tercatat ada 1.961 ruas jalan dan jembatan yang terdampak. Meski jalan nasional diklaim sudah tersambung kembali, perbaikan permanen dengan skema rekayasa lalu lintas terus berjalan.

Dody menyebut, saat ini terdapat 623 jembatan daerah yang masih membutuhkan perbaikan, di mana kementerian membutuhkan sedikitnya 270 jembatan bailey dan 205 jembatan armco.

Sektor Sumber Daya Air juga tak luput dari kerusakan, di mana sebanyak 21 Daerah Irigasi (DI) Nasional dengan luas layanan 127.688 hektare (ha) terdampak, serta 24 bendung mengalami kerusakan. Penanganan difokuskan pada pembersihan tanggul bendung dan optimalisasi lahan irigasi yang tidak terdampak melalui normalisasi saluran.

Terkait layanan air baku, Kementerian PU memberikan dukungan pengadaan sumur bor di 24 lokasi di Aceh Tamiang. Langkah ini krusial untuk memenuhi kualitas air bersih yang layak bagi warga yang kehilangan akses sanitasi akibat banjir bandang.

Baca Juga: Penerimaan Pajak 2025 Tak Capai Target, Kemenkeu Catat Pemulihan di Paruh Kedua

Di samping itu, Kementerian PU juga tengah menggeber pembangunan Hunian Sementara (Huntara). Di Aceh Tamiang, sebanyak 84 unit Huntara berbasis struktur modular baja (MOLI) sudah mencapai progres 80,14%. 

Dody memproyeksikan total Huntara yang akan dibangun mencapai 1.606 unit yang tersebar di beberapa kabupaten lain seperti Bener Meriah, Pidie Jaya, dan Tapanuli Selatan.

“Huntara di Aceh Tamiang dibangun dengan sistem MOLI tanpa alat berat dan memiliki sumber air dari sumur bor. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar tahap rehabilitasi ini segera rampung dan aktivitas sosial warga kembali normal,” tutur dia.

Selanjutnya: Hasil Investasi Asuransi Takaful Umum Naik per November 2025

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 8-15 Januari 2026, Sambal Indofood Beli 2 Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×