kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Untuk menggertak Uni Eropa, pemerintah disarankan batalkan pembelian 313 Airbus


Sabtu, 21 Desember 2019 / 04:10 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Airbus buatan Prancis


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Menurut Mardani, Hipmi melihat, dari pesanan pesawat Airbus yang sebanyak 313 unit, pesanan Citilink sebanyak 25 unit, Garuda 58 unit, dan  Lion Air sebanyak 230 unit.

Mardani berpendapat, Indonesia telah memesan banyak pesawat Airbus, tetapi Prancis tak berbuat sesuatu untuk menyelesaikan masalah diskriminasi CPO di Eropa.

Baca Juga: Valuasi murah, berikut rekomendasi analis untuk saham perusahaan Grup Astra

Padahal, menurut Hipmi, Prancis berpengaruh besar di parlemen Eropa mengingat Prancis memiliki kursi terbanyak.

Hipmi menilai, kontribusi pembelian pesawat Indonesia sangat besar dibandingkan ekspor sawit Indonesia ke Eropa. Hipmi memperkirakan pembelian pesawat ke Airbus mencapai US$ 42,8 miliar atau sebesar Rp 599 triliun. 

Baca Juga: Cermati rekomendasi analis untuk saham perusahaan Grup Astra

“Tidak sebanding dengan kontribusi devisa kita ke dia. Meskipun itu realisasinya bertahap,” ujar Mardani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×