kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.878   32,00   0,19%
  • IDX 8.957   20,36   0,23%
  • KOMPAS100 1.236   6,43   0,52%
  • LQ45 872   3,83   0,44%
  • ISSI 326   1,74   0,54%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 521   3,79   0,73%
  • IDX80 138   0,76   0,56%
  • IDXV30 145   1,10   0,76%
  • IDXQ30 142   1,16   0,82%

Untuk menggertak Uni Eropa, pemerintah disarankan batalkan pembelian 313 Airbus


Sabtu, 21 Desember 2019 / 04:10 WIB
Untuk menggertak Uni Eropa, pemerintah disarankan batalkan pembelian 313 Airbus
ILUSTRASI. Pesawat Airbus buatan Prancis


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Menurut Mardani, Hipmi melihat, dari pesanan pesawat Airbus yang sebanyak 313 unit, pesanan Citilink sebanyak 25 unit, Garuda 58 unit, dan  Lion Air sebanyak 230 unit.

Mardani berpendapat, Indonesia telah memesan banyak pesawat Airbus, tetapi Prancis tak berbuat sesuatu untuk menyelesaikan masalah diskriminasi CPO di Eropa.

Baca Juga: Valuasi murah, berikut rekomendasi analis untuk saham perusahaan Grup Astra

Padahal, menurut Hipmi, Prancis berpengaruh besar di parlemen Eropa mengingat Prancis memiliki kursi terbanyak.

Hipmi menilai, kontribusi pembelian pesawat Indonesia sangat besar dibandingkan ekspor sawit Indonesia ke Eropa. Hipmi memperkirakan pembelian pesawat ke Airbus mencapai US$ 42,8 miliar atau sebesar Rp 599 triliun. 

Baca Juga: Cermati rekomendasi analis untuk saham perusahaan Grup Astra

“Tidak sebanding dengan kontribusi devisa kita ke dia. Meskipun itu realisasinya bertahap,” ujar Mardani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×