kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

ULN swasta tumbuh melambat pada kuartal III-2019, ini kata ekonom


Minggu, 17 November 2019 / 17:58 WIB
ULN swasta tumbuh melambat pada kuartal III-2019, ini kata ekonom
ILUSTRASI. Pekerja konstruksi beraktivitas diproyek pembangunan gedung di Jakarta, Jumat (22/02). Pada kuartal III 2019, ULN swasta tumbuh 10,4% (yoy) atau lebih rendah dari pertumbuhan pada kuartal II yang sebesar 11,3% (yoy). KONTAN/Fransiskus Simbolon/22/02/2019

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Utang Luar Negeri (ULN) swasta mengalami perlambatan pada kuartal III-2019. Pada kuartal ketiga ini, posisi ULN swasta tumbuh 10,4% (yoy) atau lebih rendah dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang sebesar 11,3% (yoy).

Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy, penurunan posisi ULN swasta ini disebabkan oleh aktivitas ekspansi swasta yang memang menurun pada kuartal III dan nantinya juga akan berlanjut di kuartal IV.

Baca Juga: Yield SUN kembali naik respon atas ulah Trump soal AS-China

Selain itu, ada juga faktor penurunan yang dipengaruhi oleh menurunnya harga komoditas pada tahun ini. Apalagi Yusuf melihat bahwa banyak perusahaan swasta yang bergerak di bidang komoditas.

"Namun, saat ini sudah ada perbaikan harga komoditas, seperti crude palm oil (CPO) dan batubara yang mengalami peningkatan. Hanya saja perlu diwaspadai ada kemungkinan turun lagi di tahun ini," kata Yusuf kepada Kontan.co.id, Minggu (17/11).

Sedangkan menurut Ekonom Bank BCA David Sumual, penurunan ULN swasta disebabkan oleh intensi dan minat dalam sektor swasta yang agak menurun. Bahkan, ia juga melihat bahwa tren penurunan ULN swasta ini masih akan ada hingga akhir tahun.

Namun, David melihat bahwa kondisi ini masih aman, karena masih diimbangi dengan pertumbuhan ULN pemerintah yang sebesar 10,3% (yoy) atau lebih tinggi dari kuartal II-2019 yang sebesar 9,1% (yoy).

Baca Juga: Kembali dapat utang US$ 1 miliar, begini serapan capex PLN hingga kuartal III 2019

"Ada peningkatan juga di surat berharga negara (SBN) jadi itu yang masih mengimbangi," kata David.




TERBARU

Close [X]
×